Beranda Headline Satgas Gakkum LH Segel Kafe Diamond

Satgas Gakkum LH Segel Kafe Diamond

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA SEGEL: Bangunan permanen berlantai dua milik Kafe Diamond Labuhan Haji, yang disegel tim Satgas Gakkumdu LH Lotim, kemarin.

LOTIM – Dua kali diperingatkan, pemilik Kafe Diamond Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim) tetap membandel. Akhirnya, Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Satgas Gakkum LH) Lotim habis kesabaran. Di peringatan ketiga, Satgas Gakkum LH ambil tindakan represif. Bangunan baru Kafe Diamond langsung disegel, kemarin.
Penyegelan kafe itu karena melanggar Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, melanggar Permendagri Nomor 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Peraturan Daerah (Perda) Lotim Nomor 4 Tahun 2014 tentang IMB, Perda Lotim Nomor 8 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dasar lain penyegelan, setelah pihak Diamond tidak menggubris surat peringatan pertama dan kedua, setelah dilakukan pemanggilan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Mulki, usai melakukan penyegelan mengatakan, pembangunan Kafe Diamond dengan konstruksi dua lantai itu jelas-jelas melanggar aturan perundang-undangan. Sebab, pengelola membangun kafe itu langsung di daerah aliran sungai. Selain kawasan konservasi manggrove dibabat habis, untuk menjadi lokasi pembangunan kafe ini.
“Kami sudah kooperatif dengan memberikan surat peringatan pertama dan kedua. Malah mereka ngotot main tujuk kiri tunjuk kanan,” tegasnya seraya mengatakan, jika pemanggilan sudah dilakukan sejak Juni lalu.
Naifnya ucap Mulki kembali menegaskan, dinas terkait yang memberikan ijin IMB, tidak melakukan kontrol lapangan setelah izin diterbitkan. Tidak adanya kontrol ini, membuat penerima izin membangun sekehendak hati. “Malah lucu, mengklaim batas tanah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) sampai aliran sungai itu,” tegasnya lagi.
Kepada pihak managemen Kafe Diamond, satgas Gakkum LH memberikan peringatan tegas terakhir. Jika pembangunan terus dilanjutkan melewati batas yang ditentukan, bangunan tersebut akan ditertibkan. “Kita segel dulu. Bila tetap saja ngotot, kita bawakan eskavator untuk menertibkan bangunan itu. Bahkan sanksi terberat, izin lingkungan kita cabut,” janjinya.
Salah satu pengelola Kafe Diamond, Lalu Agus Wirawan tak bisa berkutik dengan penyegelan itu. Ia mengakui, dua kali sudah menerima surat peringatan. Namun, ia sendiri tak pernah tahu batas-batas bangunan sesuai aturan. Mestinya kata Agus, terlebih dahulu ada sosialisasi ke masyarakat. “Kalau izin dan sebagainya lengkap. Tapi aturan membangun di aliran sungai tidak tahu kami,” dalihnya.
Penyegelan ini lanjut Agus, tidak mengganggu operasional Kafe Diamond. Kafe tetap buka, terkecuali yang terganggu hanya pekerja bangunan saja. “Sebenarnya yang dibangun ini, kita majukan satu meter dari posisi aslinya. Tapi tetap dianggap melanggar,” ujarnya.
Dalam perencanaan pembangunan Kafe Diamond konstruksi dua tingkat ini, terdapat enam room, kasir, dan satu aula berukuran besar. Setelah bangunan itu jadi, bangunan lama lokasi karaoke akan dirobohkan menjadi lokasi parkir. Sementara, mess para Patner Song (PS), akan dibangun di lantai dua, jika anggarannya cukup. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here