Beranda Headline Lagi, Tujuh Kader Demokrat ‘Minggat’

Lagi, Tujuh Kader Demokrat ‘Minggat’

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA BERI KETERANGAN: Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar saat menerima dua dari tujuh kader Demokrat NTB yang menyatakan pindah ke PAN, kemarin.

Pilih Pindah ke PAN

MATARAM – Satu persatu kader terbaik Partai Demokrat NTB termasuk di kabupaten/kota keluar (rontok, Red). Yang terbaru, tujuh kader Demokrat kembali ‘minggat’ mengikuti cara berpolitik eks kader yang lebih awal keluar.
Lebih mengejutkan lagi, tujuh kader Demokrat yang keluar ini memilih berlabuh ke partai amanat nasional (PAN)? Kabarnya, mereka memilih bergabug di PAN karena merasa tidak nyaman akhir-akhir ini di partai besutan SBY.
Kemarin tiga dari tujuh itu, Hadi Muckhlis sebagai ketua Komisi pengawasan daerah Partai Demokrat NTB, Lalu Martayadi, ketua bidang advokasi dan hukum Partai Demokrat NTB dan Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat NTB, Muhammad Saleh Hambali mewakili lainnya menyatakan bergabung di PAN.
Empat kader lainnya, Hamzan Wahyudi sebagai wakil ketua komisi pengawasan Partai Demokrat NTB, Lalu Fahrizaharta sebagai sekretaris komisi pengawasan partai Demokrat NTB, Djuliansyah Ramadhan sebagai anggota komisi pengawasan partai Demokrat NTB dan Muhammad Aroman sebagai anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat.
“Empat dari komisi pengawasan, satu bidang advokasi dan dua anggota dewan kehormatan bergabung di PAN,” ungkap Hadi Muchlis pada wartawan, kemarin.

Berlabuhnya ke PAN, kata dia setelah melihat atau menganalisa sejumlah partai di NTB. Bagi mereka PAN partai yang pas, nyaman, rasa kebersamaan lebih kental dan juga tidak kalah penting PAN diyakini mereka wadah untuk bagaimana bisa berbuat ke masyarakat secara langsung. Hadi memberi contoh DPR RI dapil NTB yang terlihat sering menyapa masyarakat dan berbuat ialah PAN.

“Maka kami pilih bergabung dengan PAN. PAN bekerja nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Namun Hadi tidak menyebutkan sejak kapan gerbongnya merasa tidak nyaman di Demokrat dan kepada siapa saja mereka tidak nyaman. Namun Hadi menyampaikan ketidaknyaman mereka kepada Demokrat secara kelembagaan.

“Jadi bukan tidak nyaman di DPD (NTB) tetapi secara kelembagaan,” jelasnya.

Disinggung apakah mereka juga merasa tidak nyaman dengan TGB yang juga sebagai petinggi Demokrat, mereka berkelit dan menegaskan rasa tidak nyaman ditujukan ke partai Demokrat. Secara pribadipun mereka tidak berpamitan kepada TGB mengingat sikapnya merupakan hak bebas setiap orang yang tidak perlu mendapatkan persetujuan apalagi sampai harus membutuhkan pamit. Mereka juga menegaskan arahan pindah dari Demokrat bukan karena arahan TGB.

“Saya tidak pamit di TGB, komunikasi pribadi juga belum,” tegasnya
Rasa tidak nyaman bukan sifatnya ke pribadi orang lain, kalau ke pribadi bisa saja diselesaikan secara pribadi tapi lagi-lagi dikatakannya atas nama partai Demokrat.

Pengakuan mundur dari Demokrat terhitung kemarin mengingat mereka memastikan akan langsung menyerahkan surat pengunduran secara tertulis kepada pengurus DPD Demokrat NTB.

“Nanti sore atau malam kami antarkan surat pengunduran,” imbuhnya

Disinggung jabatan atau posisi yang akan diminita di PAN, mereka mengaku tidak mementingkan jabatan apalagi sampai ada niat mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif. Apalagi kata dia mengundurkan diri setelah dilakukan pendaftaran di KPU.

Di tempat yang sama ketua bidang advokasi Partai Demokat NTB, Lalu Martayadi secara pribadi telah lama mengenal ketua DPW PAN, Muazzim Akbar bahkan sebelum Muazzum ada di PAN. Bahkan ia mengaku pernah ditawarkan juga masuk di PAN. Sehingga setelah timbang menimbang PAN partai yang tepat untuk bergabung.

“Rasa familiar dan keterbukaan di PAN,” turur dia.

Soal masa diakuinya tentu ada apalagi mereka yang sudah lama bergabung di dunia advokat punya sahabat karib keluarga. Yang jelas ia siap berjuang bersama PAN di 2019.

“Kita antar ketua DPW, Muazzin ke Senayan,” komitmenya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN NTB, Muazzin Akbar mengucapkan selamat bergabung. Pindahnya seseorang ke partai lain kata Muazzim hal biasa terjadi di setiap partai bahkan kader Demokrat lainnya juga ada yang pindah ke selain PAN. Muazzim yakin, mereka pindah bukan sebab rasa kecewa namun kemungkinan secara pribadi PAN dilihatnya partai yang tepat menurut mereka. Soal jabatan tentu akan disiapkan DPW mengingat pengurus PAN salah satu partai yang gemuk pengurusnya. Bahkan wakil ketua bisa mencapai 30 orang. Namun seperti yang disampaikan tadi, kata Muazzim bukan semata mata minta jabatan atau posisi. Itu hak setiap orang untuk pindah karena bergelut didunia politik ini tujuannya sama mensejahterakan rakyat, Jadi mereka memilih sejahterkan rakyat lewat PAN. Tidak saja dari kader Demokrat sebelum sebelumnya juga ada yang dari partai lain seperi Hanura dan juga PKB.

“kami PAN menerima dan sangat berterimakasih untuk bersama sama bangun partai dan daerah,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here