Beranda Headline Kontraktor Harus Bertanggung jawab

Kontraktor Harus Bertanggung jawab

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA MASALAH: Kondisi pondasi depan dermaga apung Kuta, belum lama ini.

PRAYA — Rusaknya bagian pondasi depan Dermaga Apung Kuta, Kecamatan Pujut menjadi sorotan wakil rakyat di DPRD Lombok Tengah (Loteng).
Ketua Komisi III DPRD Loteng, H Mayuki mengatakan, selama ini pihaknya terus mengamati persoalan dermaga apung. Bahkan dalam waktu dekat, Komisi III berencana akan kembali berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mempertanyakan kembali.
“Kami juga akan bahas dengan dinas terkait dalam agenda pembahasan anggaran perubahan dalam waktu dekat ini,” kata Mayuki tegas, kemarin.
Politisi PPP ini mengaku, sebelumnya ia sudah meminta kepada pihak dinas terkait juga untuk bersurat kepada pihak kontraktor agar mengembalikan temuan hasil pemeriksaan BPK Rp 150 juta lebih. Tidak hanya itu, pihaknya menekankan karena masih dalam masa pemeliharaan agar diperbaiki.
“ Kontraktor harus bertanggungjawab,” desaknya.
Mayuki menegaskan, pihaknya sangat mendorong jika pihak Kejati untuk proses tuntas dua dermaga ini. Apalagi, setelah pihaknya turun melakukan Monev beberapa waktu lalu di dua dermaga tersebut, dewan banyak menemukan kejanggalan dalam pembangunan. Mulai seluruh gelang tiang dermaga terlepas, belum lagi hingga sekarang dermaga juga masih belum bisa dimanfaatkan secara sempurna oleh nelayan.
“Jika dilihat dari pandangan, kuat dugaan ada indikasi permainan,” sebutnya.
Agar dermaga ini bisa segara dimanfaatkan, pemerintah harus duduk bersama untuk mencarikan solusinya. Walaupun proyek sudah ditangani oleh pihak Kejati untuk proses hukum.
“Karena kalau dibiarkan saja proyek dermaga tentu akan tambah rusak parah lagi,” yakin dia.
Ditambahkan, pihaknya berharap semua pengerjaan proyek dinas agar betul-betul diawasi oleh pihak berwenang. Tujuannya agar pengerjaan sesuai dengan spek.

Dimana, dua proyek dermaga apung ini dananya bersumber dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) tahun anggaran 2017. Pagu anggaran senilai Rp 7,2 miliar. Terdiri dari Rp 4,6 miliar untuk pembangunan darmaga apung Kuta, dan Rp 2,7 miliar untuk dermaga di Selong Belanak. Untuk dermaga Selong Belanak dikerjakan CV. Anugerah Mataram. Sedangkan dermaga apung Kuta dikerjakan CV. Cintra Cahaya Jakarta. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here