Beranda Lombok Timur Golkar Sanksi Anggota Tak Ikut Diklat

Golkar Sanksi Anggota Tak Ikut Diklat

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Daeng Paelori

LOTIM – Sebanyak 18 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim), tidak ikut Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Jakarta. Dari jumlah itu, dua diantaranya merupakan anggota dewan asal partai Golkar. Sementara, Ketua DPD II Golkar Lotim, yang juga Wakil Ketua DPRD Lotim H Daeng Paelori mengaku, sudah memberikan sanksi terhadap dua anggotanya itu. Sanksi tersebut, berupa surat peringatan secara tertulis, atas ketidakhadirannya itu. “Saya tahu mereka tidak ada setelah di lokasi. Itu sebabnya saya jengkel, karena tidak ada konfrimasi terlebih dahulu,” kata H Daeng Paelori.
Tetapi Daeng memakluminya. Karena baginya, hidup di dunia politik tidak seperti matematika, yang bisa dikalkulasikan situasi dan kondisi itu. Mestinya, mereka harus jalan. Bahkan di setiap kegiatan keluar daerah, ia selalu mengingatkan anggotanya.
“Biasanya di lokasi kegiatan saya cek semua anggota. Kecewa juga saya mereka tidak ikut Diklat,” tegasnya seraya mengatakan, biar masalah ini masyarakat yang menilai.
Jenis teguran tertulis yang diberikan H Daeng Paelori terhadap anggotanya, kontra dengan pengakuan H Lalu Hasan Rahman, saat dikonfirmasi via ponselnya, kemarin. Hasan Rahman yang juga anggota dewan Fraksi Golkar ini justru mengaku mendapat teguran lisan dari ketuanya. Tidak berupa teguran tulisan. “Semua partai ditegur seperti itu,” dalihnya.
Pengakuannya, saat Diklat waktu itu tidak mengambil anggaran perjalanan dinas. Bahkan secara institusi, mengklaim sudah disampaikannya pada partai bahwa tidak bisa keluar, lantaran dalam kondisi sedang memperbaiki berkas persyaratan pencalonan sebagai Bakal Calon (Balon) legislatif yang kurang.
Disamping itu lanjut Rahman, sudah disepakati tidak diadakan Diklat, karena kondisi tersebut. Apalagi, pimpinan partai harus mendaftar di KPU. Sehingga, sepakat mengadakan Diklat tahap dua, bagi yang tidak bisa ikut tahap pertama.
“Sebenarnya saya tidak mau ikut karena tidak mengambil duit. Tapi karena gelombang kedua disiapkan lembaga penyelenggara, sehingga saya ikut. Untuk sementara, saya gunakan duit pribadi dulu, nanti kita klaim setelah selesai Diklat,” kelitnya.
Menurutnya, mereka yang sudah mengambil anggaran perjalanan dinas dan mengembalikan, itu menjadi urusan partai lain. Sebab, dua anggota fraksi Golkar diklaimnya tidak mengambil anggaran perjalanan dinas itu. “Kalau yang sudah mengambil duit, ya harus gunakan duit sendiri untuk diklat gelombang kedua ini. Kalau sebelumnya tidak mengambil, maka menggunakan anggaran lembaga,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here