Beranda Praya Metro Balon BPD Jurang Jaler Membludak

Balon BPD Jurang Jaler Membludak

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Mansur S.PdI

PRATENG —Setelah masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lama akan berakhir, kini sejumlah desa sedang disibukkan untuk pemilihan dan pengisian anggota baru. Salah satunya Desa Jurang Jaler, Kecamatan Praya Tengah. Dalam pelaksanaannya, bakal calon (Balon) anggota BPD desa ini membludak. Hal ini disampaikan Kepala Desa Jurang Jaler, Mansur beberapa hari lalu. Diakuinya, kini panitia pemilihan telah menerima dua sampai dengan tiga balon anggota BPD di masing-masing dusun. Sehingga ia memperkirakan calon anggota BPD dari 7 dusun yang ada bisa mencapai 20 kandidat. Dengan jumlah tersebut, dipastikan masing-masing dusun akan diikuti lebih dari dua calon anggota BPD. Tingginya minat masyarakat untuk mengikuti pemilihan tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat positif. Dengan demikian, warga memiliki banyak pilihan sebagai perwakilannya dalam mengawal pembangunan di Desa Jurang Jaler. Dengan kondisi tersebut, ia memastikan pengisian anggota BPD akan dilakukan melalui pemilihan dan pemungutan suara langsung layaknya pemilihan kades dan lainnya.
“Saya rasa ini bagus agar masyarakat benar-benar merasa terwakili oleh figur hasil pilihan mereka sendiri. Kalau ditunjuk oleh pemerintah desa di dusun kami khawatir akan menimbulkan kesan negative juga,” jelasnya.
Mansur berharap anggota BPD terpilih mampu bersinergi dengan pemerintah desa dalam upaya percepatan pembangun desa dalam semua aspek. Karena seperti diketahui, jabatan BPD sangat strategis untuk melihat maju dan berkembangnya sebuah desa. Selain itu, dalam hal ini juga ia berharap anggota BPD benar-benar bisa memposisikan diri sebagai wakil yang baik bagi masyarakat yang mereka wakili maupun masyarakat Jurang Jaler secara umum. Tentunya juga bisa memperjuangkan berbagai aspirasi mereka menjadi sebuah kebijakan dan program desa. Karena selama tujuannya untuk masyarakat, dirinya akan selalu siap mendengar dan menjalankan saran maupun kritikan dari BPD. Karena BPD merupakan refresentasi masyarakat yang akan sangat mempengaruhi proses pembangunan di desa.
“Karena kita akui, tanpa BPD kami tidak bisa berbuat banyak,” cetusnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here