Beranda Headline 58 Miliar untuk Kabupaten Bima dan Kota

58 Miliar untuk Kabupaten Bima dan Kota

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KETERANGAN PERS: Kepala BPBD NTB, Muh Rum saat memberikan keterangan pers.

MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB tahun 2018 mendapatkan anggaran sebesar Rp 72 miliar untuk penanggulangan bencana. Dari jumlah itu, Rp 58 miliar diperuntukkan bagi Kabupaten Bima dan Kota Bima.
“Dana Rp 58 Miliar itu, khusus untuk rehabilitasi lahan akibat bencana banjir bandang tahun 2017, yang merupakan hibah dari BNPB yang masuk melalui APBD masing-masing,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB, H Muh Rum, kemarin.

Dia menjelaskan, anggaran itu untuk rehabilitasi hutan di Wawo , penanaman pohon, bangun embung kecil yang difungsikan seperti kolam penampung air dan cek dam, berfungsi menahan gerusan air.

Rum memaparkan, jika melihat besaran anggaran dari tahun ke tahun. BPBD terus mendapatkan penambahan, contoh tahun 2017 sebesar Rp 37,1 miliar tahun 2017 dan tahun 2019 bertambah signifikan Rp 72 miliar.
Dia mengaku, NTB masuk kategori indeks resiko bencana tinggi, kecuali kota Mataram. Ada 14 jenis bencana, 11 diantaranya ada di NTB. Kendati demikian, Alhamdulillah masyarakat masih bisa tersenyum karena, banyak berdo’a sehingga bisa di elaminir.
Kalau dilihat dari RPJM, leading sektor kinerja, BPBD memiliki program pembentukan desa tangguh bencana dan madrasah aman bencana, itu diperuntukkan bagi desa yang ada potensi bencana. Adapun capian target desa tangguh bencana dalam RPJM sebanyak 20 desa tapi, sampai tahun 2018 bisa dikatakan melampaui target sebanyak 29 desa.
Anggaran itu pun sebagian ada intervesni APBD murni ada juga inovasi dari Non Goverment Organisation (NGO). Sedangkan Sekolah aman bencana target sebanyak 35 sekolah, realisasi dari APBD sebanyak 30 sekolah dan melalui NGO 6 sekolah .

“NTB selalu ada bencana seperti angin puting beliung, banjir, longsor dan kekeringan. Kami ingin kurangi indeks resiko, dengan cara metigasi, ” ujarnya.

Rum menyebutkan bencana banjir terjadi akibat adanya penyempitan, pendangkalan sungai. Hal itu membuatnya wajib hukumnya normalisasi sungai. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here