Beranda Headline Ulah Oknum Dewan Coreng Institusi

Ulah Oknum Dewan Coreng Institusi

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Mustayib

Proses Hukum Urusan Masing-Masing

LOTIM – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) mengklaim, sudah melakukan pemanggilan terhadap 18 oknum anggota dewan. Itu kaitan dengan dugaan menggunakan joki, saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Jakarta belum lama ini.
Menurut Ketua BK DPRD Lotim H Mustayib, tindakan sejumlah oknum dewan ini sudah memberi contoh tidak baik. “Ini sudah mencoreng nama baik institusi kita,” tegas H Mustayib via ponselnya, kemarin.
Ia menjelaskan, pemanggilan ini bagian dari langkah klarifikasi BK. Hasil klarifikasi, menurut para oknum dewan ini sudah mengembalikan anggaran perjalanan dinas. Namun demikian, persoalan ini tetap menjadi catatan BK. Terutama terhadap perilaku mereka, sehingga kasus serupa tidak terulang kembali. “Kami BK hanya memberikan teguran saja,” kata Mustayib, dan enggan menjawab siapa saja dewan yang diminta klarifikasi dari 18 orang tersebut.
Memang, lanjut Mustayib, pada malam itu 18 anggota dewan tersebut mau berangkat ke Jakarta mengikuti Diklat. Akan tetapi, mendadak batal berangkat dengan pertimbangan sedang menyelesaikan berkas persyaratan menjadi Bakal Calon (Balon) Legislatif dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim. Ditambah lagi, batas waktu pendaftaran di KPU sangat mepet.
Daripada tiket dan lainnya semua hangus, sehingga mereka menggunakan wakil mengikuti kegiatan Diklat itu. Atas alasan itu, BK memandang alasan mereka sangat logis dan benar. Bagaimana pun ini merupakan persoalan politik. Sehingga, BK tidak bisa mengatakan bahwa perbuatan itu salah. Karena di sisi lain, alasan disampaikan mereka itu benar. “Tetap tindakan mereka itu menjadi catatan BK. Kalau terulang lagi, kita bisa berikan sanksi lebih tegas dari sebuah teguran,” tandasnya.
Jika persoalan ini masuk ke ranah hukum, maka bukan lagi menjadi urusan BK. Melainkan menjadi urusan masing-masing. “Kalaupun kasus itu menjadi urusan hukum, kami di BK tidak bisa apa-apa. Sekali lagi, kami sudah klarifikasi dan berikan teguran,” pungkas Mustayib yang juga politisi partai Nasdem ini. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here