Beranda Lombok Barat Seluruh Parpol Sudah Mendaftar

Seluruh Parpol Sudah Mendaftar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Suhaimi Syamsuri

LOBAR —Jelang penutupan, Rabu (17/7) lalu, 16 partai politik (Parpol) sudah mendaftarkan kadernya untuk mengikuti pemilihan legislative (Pileg) 2019 ke KPU Lobar. Ditunggu hingga Rabu malam pukul 24.00 Wita, parpol akhirnya menyerahkan seluruh berkas dokumen kadernya yang menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg).
Kendati demikian, KPU masih menemukan adanya kekurangan dokumen para caleg. Meski hanya kelengkapan administrasi dari calon itu. “Kalau kekurangan lebih kepada syarat calonnya, tapi yang penting itu syarat pencalonan. Karena kalau syarat calon masih ada waktu perbaikan,” kata Ketua KPU Lobar, Suhaimi Syamsuri, kemarin.
Dikatakan, parpol itu juga sudah memenuhi syarat keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Namun, beberapa partai belum membuat susunan daftar nama perempuan sesuai dengan ketentuan. Dimana untuk nama perempuan, penyusunannya diletakkan pada urutan 1, 2 atau 3. “Partai yang penyusunannya belum lengkap, kita suruh perbaiki dulu,” sambungnya.
Dari 16 parpol tersebut, terdapat parpol yang tidak mengisi jatah kursinya 100 persen. Artinya, hanya beberapa kader yang didaftarkan dari jatah 100 persen untuk 5 daerah pemilihan (Dapil) di Lobar. Hal itu diperbolehkan lantaran menjadi hak dari masing-masing parpol. Semisal jatah sembilan kursi dicalonkan enam orang. “Tidak bisa kita salahkan. Mungkin karena dia dapat orang yang nyalon segitu,” ungkapnya.
Terkait jumlah caleg, Suhaimi mengatakan jika totalnya tidak mencapai 720 orang. Sebab, setiap partai pasti mengusahakan mengisi jatahnya 100 persen atau sekitar 45 caleg. Adapula partai yang mendaftarkan kadernya d ibawah angka itu. “Saya tidak tahu detailnya, tapi ada yang 40 caleg, atau 48 caleg masing-masing,” jelasnya.
Dari jumlah pendaftar itu, pihaknya belum menemukan adanya caleg yang berstatus mantan narapidana dengan kasus tertentu. Seperti korupsi, kejahatan seksual anak, hingga pengedar narkoba. Lantaran KPU masih melakukan tahapan verifikasi atas dokumen pendaftaran para caleg tersebut. Bila nanti ditemukan caleg berstatus mantan narapidana dengan kasus tertentu, dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) atau dinyatakan batal.
“Tanggal 21 Juli kita sampaikan hasil verifikasi dokumennya. Kalau ditemukan siapapun itu, dinyatakan TMS,” pungkasnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here