Beranda Lombok Barat Pemkab Disupport Program Sanimas

Pemkab Disupport Program Sanimas

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA KERJASAMA: Bupati Lobar H Fauzan Khalid bersama kepala daerah lain dan pihak Kementerian PU menandatangani perjanjian kerjasama di Bali, kemarin.

LOBAR— Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menandatangani perjanjian kerjasama penyiapan implementasi infrastruktur berbasis masyarakat. Penandatangan dilakukan Pemkab Lobar dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu-pera).
Kerjasama ini bentuk apresiasi dari pemerintah pusat terhadap Lobar yang mampu menyediakan sanitasi berbasis masyarakat dan air bersih (Sanimas) warganya. Lobar merupakan salah satu daerah dari 81 kabupaten/kota di 31 provinsi se-Indonesia yang turut menandatangi perjanjian kerjasama tersebut.
Pemkab Lobar sangat mengapresiasi kerjasama tersebut. Sebab, program Sanimas ini memiliki manfaat sangat besar bagi Lobar. Terlebih lagi sejak tahun 2007, Lobar terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat. “Tahun lalu kita memperoleh bantuan Rp 300 juta, ditambahkan lagi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 19 miliar,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid usai penandatanganan di Hotel Sanur Paradise Denpasar Bali, kemarin.
Kepala Dinas PU-PR Lobar, I Made Arthadana menambahkan, program Sanimas dilakukan secara stimulan untuk program lainnya. Hal ini membuat Pemkab Lobar memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 19 miliar pada tahun ini. “Sekarang kita usulkan lagi Rp 30 miliar,” kata pria berkumis tebal ini.
Menurutnya, anggaran itu akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi melalui program Sanimas dan Pamsimas (Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat). Terkait penandatangan perjanjian kerjasama tersebut, Made mengungkapkan jika nilainya mencapai Rp 400 juta khusus untuk pengelolaan limbah. Sedangkan untuk pengembangannya berupa penyediaan air bersih akan diusulkan ke pemerintah pusat melalui DAK tahun di tahun 2019.
“Dengan program ini masyarakat tidak selalu bergantung dengan air bersih berjaringan milik perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kita justru memulai dengan potensi masing-masing desa,” ungkapnya.
Penandatangan perjanjian kerjasama itu dilakukan Bupati Lobar H Fauzan Khalid bersama Direktur PPLP Cipta Karya Kementerian PUPR, Dodi Krispratmadi.
Direktur PPLP Cipta Karya Kementerian PUPR, Dodi Krispratmadi menyampaikan bahwa terdapat beberapa problem permukiman yang dihadapi saat ini. Bukan hanya penyediaan air bersih, namun juga penyediaan sanitasi berupa pengelolaan limbah, terutama limbah rumah tangga. “Limbah padat maupun cair yang tidak dikelola secara baik dan komunal sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Nantinya program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sehingga penanganan permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah sangat konsen terhadap penyediaan instalasi limbah berjaringan berbasis masyarakat,” pungkasnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here