Beranda Praya Metro Kades Diminta Evaluasi Program Pemberdayaan

Kades Diminta Evaluasi Program Pemberdayaan

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA PELATIHAN: Sejumlah warga Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara (BKU) sedang mencoba praktik kerajinan tangan setelah dilatih.

PRAYA —Saran sejumlah kades agar mekanisme pelaksanaan program pemberdayaan dievaluasi mendapat respons positif Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah. Sebab seperti diketahui, poin memperbanyak program pemberdayaan melalui Dana Desa (DD) merupakan program baru di desa sehingga perlu dilakukan evaluasi.
Kepala DPMD Loteng, Jalaludin mengatakan, selain DPMD, peran kades juga sangat diharapkan dalam mengeksekusi anggaran yang besarnya minimal 25 persen dari DD itu. Oleh karena itu, agar tepat sasaran dan berdampak pada meningkatnya jiwa usaha warga, Pemdes harus bisa menjadi pelopor penggerak munculnya usaha baru di desa. Karena bagaimanapun, dana ratusan juta untuk program ini sangat disayangkan sia-sia untuk program yang tidak bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di desa.
“Terkait mekanisme penyalurannya saya rasa itu sangat tepat. Karena kita di Pemkab sudah melalui banyak kajian dan pertimbangan untuk memaksimalkan program pemberdayaan ini,” ujar Jalaludin.
Sementara perihal modal warga untuk membuka usaha pasca dilatih Jalaludin pun mempersilakan Pemdes agar bisa diakomodir di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena seperti diketahui, untuk tahun ini semua desa diwajibkan memberikan modal usaha sebanyak 10 persen dari jumlah DD. Sehingga ia berharap desa melalui pengurusnya tidak hanya berperan sebagai pemberi pinjaman (kreditur), akan tetapi juga menjadi pelopor pembinaan warga dalam mengembangkan usahanya. Artinya, ketika usaha yang dikembangkan warga memiliki kendalanya, pengurus harus terlibat untuk mengatasinya.
“Ketika sudah dilatih silakan diarahkan untuk buat usaha. Kalau tidak ada modal, ya difasilitasi melalui BUMDes,” serunya.
Untuk itu jika mekanisme ini dijalankan ia optimistis angka pengangguran dan kemiskinan di desa bisa berkurang. Selain itu jika program ini bisa berjalan sesuai harapan awal, Pemkab bisa saja meningkatkan dana untuk program ini. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here