Beranda Lombok Timur Dicekoki Miras, Korban Dijual Mucikari

Dicekoki Miras, Korban Dijual Mucikari

BERBAGI
MUHAMAD RIFAI/RADAR MANDALIKA DITAHAN: Mucikari dan pembeli kenikmatan anak bawah umur, setelah digulung tim gabungan Buser Reskrim dan Sat Resnarkoba, kemarin.

LOTIM – Tim gabungan Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), menciduk terduga mucikari dan pelanggan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dari belasan orang terduga pembeli, salah satunya melibatkan oknum Kepala Desa (Kades) Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat, sebagai pembeli.
Korban TPPO, merupakan anak bawah umur inisial Bunga (nama samaran), 15 tahun asal Kelurahan Kembang Sari Kecamatan Selong. Sebelum melayani pembeli, korban dipaksa nyabu. Terduga mucikari dan pembeli digulung, sekitar pukul 16.30 Wita, kemarin.
Mucikari yang diamankan inisial MA, 42 tahun asal Desa Sakra Kecamatan Sakra. Sedangkan sejumlah pembeli yang diamankan inisial MSM, 49 tahun asal Dusun Borok Desa Sakra. Kemudian MU, 46 tahun asal Dusun Patokan Desa Sakra Kecamatan Sakra, dan oknum Kades Pengkelak Emas inisial MR, 44 asal Dusun
Teanjah-anjah Desa Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat.
Pelaku MA menelepon korban dan diperintahkan datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), di sebuah rumah Jalan Diponegoro Kelurahan Majidi Kecamatan Selong Lotim. Setelah korban datang ke TKP, pelaku mengajak korban menengguk Minuman Keras (Miras) jenis tuak.
Pesta miras itu tidak dilakukan berdua, tetapi juga melibatkan para pelaku. Setelah pesta miras, mucikari menawarkan kepada para laki-laki hidung belang, untuk menyetubuhi korban.
Bila tidak melayani nafsu bejat para jagal tersebut, MU mengancam korban akan melaporkannya ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena mengkonsumsi miras. Takut dengan ancaman MA, korban pun melayani nafsu bejat para pelaku secara bergiliran. Selesai menyalurkan nafsu bejatnya itu, para pelaku memberikan imbalan uang sebesar Rp 200 ribu.
Terhadap kasus ini, Kapolres Lotim AKBP M Eka Fathurrahman SIK membenarkan penangkapan mucikari TPPO, lengkap dengan pembelinya. Sejumlah pembeli lain yang sudah dikantongi namanya, selain oknum Kades, juga merupakan tekong penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Pelaku MA sudah kita amankan di Mapolres. Pelaku terancam dijerat undang-undang TPPO dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” terangnya.
“Di TKP terakhir di Jalan Diponegoro, korban disekap selama seminggu. Belum lagi di TKP Sakra merupakan rumah MA,” tambah Eka.
Saat dilakukan penggeledahan rumah MA, diamankan bong digunakan menghisab sabu. Pengembangan kasus ini langsung dilakukan ke Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia. Tim gabungan Buser dan Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) juga mengamankan tiga orang pelaku diduga pengedar narkoba.
Ketiga pelaku narkoba jenis sabu itu, inisial KU Dusun Dasan Tereng Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia, MA kelahiran tahun 1979 asal Dusun Dasan Baru Kelurahan Sekarteja Kecamatan Selong, dan ME kelahiran 1993 asal Desa Masbagik Utara Kecamatan Masbagik Lotim.
Barang bukti diamankan dari pelaku narkoba jenis sabu, dua poket sabu, satu kaca, satu korek gas, satu plastik klip kosong, satu bong, satu skop, tiga pipet, tiga HP, satu tas dan uang tunai diduga hasil penjualan sabu senilai Rp 1,020 juta.
“Semua kita proses sesuai hukum. Baik pelaku TPPO maupun pengedar sabu. Dua kasus ini akan terus kita kembangkan,” tegasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here