Beranda Headline Curhatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ke Pemkot Mataram

Curhatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ke Pemkot Mataram

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SAMPAIKAN KELUHAN: Momen Abdul Gawi (kiri), seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) saat menyampaikan uneg-uneg kepada Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Keluhkan Akses Pendidikan dan Kesehatan, Hingga Fasilitas Difabel

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) butuh perhatian pemerintah. Tidak sekadar menyiapkan fasilitas pendukung, kebutuhan lain ABK jangan diabaikan.

RIRIN FITRIANA-MATARAM

ABDUL Gawi didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, beserta Dewan Anak Mataram (DAM) bertandang ke Pendopo Wali Kota Mataram, kemarin. Kedatangan mereka berkaitan jelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, yang untuk Kota Mataram akan diperingati pada 19 Agustus mendatang.
Kesempatan bertemu Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, tak disia-siakan Abdul Gawi untuk menyampaikan sejumlah keluh kesah yang dialaminya. Sebagai penyandang tuna netra, kehidupan Gawi mungkin tak sama dengan remaja seumurannya.
Meski kini ia bisa mengenyam pendidikan di sekolah umum, yakni SMAN 6 Mataram, Gawi tetap merasa belum ada rasa keadilan bagi difabel seperti dirinya. “Seperti guide block di sekolah atau di Jalan Udayana ada, tapi digunakan jadi tempat parkir. Kalau kita lewat, ya nabrak,” kata Gawi yang kini duduk di bangku kelas 1 SMA ini.
Keluhan lain, Gawi merasa terbatas mendapat akses pendidikan dan kesehatan. Seperti di SLB, tempat tinggal Gawi selama ini. Alokasi makan bagi penghuni SLB tahun 2018, kata Gawi sudah distop. Mau tak mau, anak-anak yang tinggal di SLB harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan makan. “Sekolah memungut Rp 75 ribu per siswa. Tapi bagi siswa yang orangtuanya tidak mampu, ya tidak bisa membayar,” katanya.
Belum lagi Gawi mengaku, tak memperoleh kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kartu BPJS gratis. “Semua keluarga dapat, tapi saya gak dapat. Kelurahan sudah minta KTP, dan Kartu Keluarga (KK). Disos juga sudah minta dari November, tapi gak dikasih-kasih,” ungkapnya.
Dengan ketiadaan kartu BPJS, Gawi kesulitan saat kontrol kesehatan. Apalagi diketahui, Gawi mengidap kelainan kulit yang harus rutin menjalani pengobatan. Sementara tanpa KIP, ia kesulitan saat pergantian tahun ajaran. Sebab, ia tak bisa membeli perlengkapan sekolah. Kalaupun bisa membeli, itu berkat bantuan dari temannya di luar negeri. “Tapi saya harus lakukan sesuatu untuk dapatkan uang itu,” kata Gawi.
Atas keluhan itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyatakan, Pemkot Mataram terus memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan ABK. “Hal-hal yang dibutuhkan ABK, jadi perhatian kita dan akan terus dimaksimalkan,” janji Wali Kota.
Wali Kota berpesan kepada Gawi untuk selalu bersemangat dan tetap rajin sekolah. Wali Kota juga memberi dukungan penuh terhadap Gawi dan berharap agar short movie yang dibuat Gawi bisa menang nantinya. Film “Gawi” langsung dishare Wali Kota, sekaligus meminta supaya masyarakat Kota Mataram mendukung film tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here