Beranda Headline Triwulan II, Realisasi Belum Menggembirakan

Triwulan II, Realisasi Belum Menggembirakan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA EVALUASI: Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh memimpin Rapat Koordinasi Realisasi Fisik dan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mataram di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (17/7).

Tujuh OPD Katagori Tinggi, 42 Sedang

MATARAM -Sebanyak tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), masuk katagori tinggi dengan realisasi fisik di atas 47 persen. Yaitu Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, DP3A, Sekretariat Daerah, DPRD, RSUD Kota Mataram, dan BPBD. Kemudian, terdapat 42 OPD yang masuk katagori sedang dengan realisasi fisik 24-47 persen. “Tidak ada yang masuk katgori rendah,” kata Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito ditemui usai mendampingi Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh memimpin Rapat Koordinasi Realisasi Fisik dan Anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mataram di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, kemarin (17/7).
Sekda menambahkan, struktur anggaran APBD Kota Mataram tahun anggaran 2018, dengan total belanja Rp 1,433 triliun lebih. Terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 842,8 miliar lebih, dan belanja tidak langsung sebesar Rp 590 miliar lebih. Sedangkan untuk target capaian triwulan II-2018 sebesar 47 persen. “Realisasi sampai 30 Juni baru 33,73 persen untuk keuangan, dan 37,87 persen untuk fisik,” jelasnya,
Menurut Eko, secara umum penyebab capaian masih 47 persen karena pada bulan Mei-Juni banyak hari libur, terutama waktu mendekati lebaran. Akan tetapi dua minggu terakhir pada bulan Juli, serapan anggaran meningkat. Sementara terkait progres lelang, pada triwulan II-2018 terdapat 51 paket lelang pada tahun 2018. Dimana 26 paket sudah penetapan pemenang, dan 13 paket masih proses lelang. Serta sekitar 12 paket yang belum dilakukan lelang.
Dalam rapat itu, Wali Kota menekankan OPD meningkatkan kinerjanya. Jangan terulang kasus 2017. Begitu juga terhadap serapan anggaran maupun pelaksanaan program yang direncanakan, bisa dieksekusi secara keseluruhan. Terhadap beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan maupun tidak bisa dieksekusi karena dianggap tidak strtegis, bisa dilakukan perubahan saat APBDP.
Tidak menutup kemungkinan, hasil laporan capaian di triwulan II-2018 ini menjadi dasar Wali Kota melakukan mutasi pejabat. “Laporan triwulan II ini akan dipelajari Wali Kota, dan menjadi bagian evaluasi kinerja,” sambungnya.
Dari hasil evaluasi, bisa jadi ada perombakan posisi pejabat. Apalagi Wali Kota akan mendalami apa benar tidak faktor realisasi serapan anggaran hanya karena factor libur, atau ada faktor lain. “Bisa jadi bahan pertimbangan Pak Wali lakukan penyegaran atau rotasi SKPD. Hanya masalah waktu,” ujar Sekda sata ditanya kapan rotasi SKPD itu.
Selain itu Wali Kota juga meminta kepada semua OPD untuk terus meningkatkan kedisiplinan para ASN. “Kita harus lebih bekerja keras lagi,” kata Sekda meniru pesan Wali Kota.
“Wali Kota juga mengingatkan terhadap adanya beberapa kegiatan nasional maupun internasional di Mataram, supaya OPD yang terkait pencitraan Kota Mataram, mendapat perhatian khusus. Seperti kebersihan, maupun kondisi taman-taman kota,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here