Beranda Praya Metro Puyung Maksimalkan Peran Kader Posyandu

Puyung Maksimalkan Peran Kader Posyandu

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SENAM: Perangkat Desa Puyung bersama Kader Posyandu dan lainnya memprogramkan rutinitas senam pagi di halaman kantor desa setempat setiap pagi Jumat.

Tahun Ini Programkan Kelas Posyandu

JONGGAT —Pemdes Puyung, Kecamatan Jonggat tahun demi tahun terus berupaya memaksimalkan peran kader Posyandu. Untuk tahun ini, Pemdes setempat mengalokasikan dana untuk program kelas posyandu dengan sasaran ibu hamil.
Kades Puyung, Lalu Edit Rahardian mengungkapkan, selama ini peran kader Posyandu di desanya cukup besar dalam melakukan pemberdayaan dan pembinaan bagi anak-anak balita dan ibu hamil. Sebagai bentuk dukungan dari desa, tahun ini tidak kader tidak hanya memprogramkan rutin memberikan posyandu sekali dalam sebulan bagi anak-anak balita dan ibu hamil. Akan tetapi juga memprogramkan kelas posyandu. Yang mana, program ini mengagendakan pembuatan kelas olahraga bagi ibu hami. Kelas olahraga ini berupa kelas senam sehat. Pada program inin juga, nanti pesertanya dari golongan ibu hamil sejumlah 15 orang perwakilan dari 16 dusun. Dengan harapan setelah dilatih olahraga ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan melahirkan dnegan normal. Selain itu, agar kelas pelatihannya maksimal, akan dilaksanakan selama 4 hari dan dibagi menjadi 4 kelas.
“Ini program Kades Posyandu dengan harapan, kapasitas mereka bisa berkembang dalam membantu desa memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara Kaur Keuangan Desa Puyung, Kartini juga mengngkapkan demikian. Katanya, setelah kelanjutan program PNPM GSC diserahkan ke desa pihaknya terus memprogramkan penguatan kapasitas kader posyandu. Tidak itu saja, setiap pagi Jumat semua kader ikut senam pagi yang diprogramkan desa. Sehingga untuk membantu melancarkan kelahiran ibu hamil, mereka mengusulkan program pelatihan senam ini. Nantinya. Materi yang disampaikan oleh tutor dari Puskesmas Puyung seputar ibu hamil, pola hidup sehat dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghindari gejala stunting. Untuk materi praktiknya, akan diisi dengan praktik senam sehat bagi mereka. Lebih jauh disampaikan Kartini, untuk program ini sebanyak 90 juta dialokasikan. Dana itu sebagian besar untuk pembelian alat senam. Matras, bantal, karpet dan atribut olahraga ibu hamil lainnya.
“Nanti lebih banyak di praktik seputar senam-senam yang bisa memperlancar kelahiran,” sebutnya. (tar/r04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here