Beranda Lombok Barat Rumah Subsidi di Lobar, Penghuninya?

Rumah Subsidi di Lobar, Penghuninya?

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Sulhan Muchlis Ibrahim

LOBAR—Menjamurnya perumahan bersubsidi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), disoroti kalangan dewan Lobar. Meski dibangun di wilayah Lobar, penghuninya diduga bukan warga Gumi Patut Patuh Patju.
Wakil Ketua III DPRD Lobar, H Sulhan Muchlis Ibrahim menyebut, persentase warga Lobar yang mendiami rumah subsidi di Lobar lebih sedikit. Hal ini diperolehnya dari informasi para pengembang perumahan. “Perlu kita lihat datanya yang mengatakan masyarakat tidak mampu ingin punya rumah, dan mampu tidak membelinya,” kata Sulhan yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, minimnya warga Lobar memiliki rumah bersubsidi karena persyaratannya tidak mampu dipenuhi warga kurang mampu. Seperti harus punya gaji tetap, hingga harus memiliki rekomendasi pimpinan perusahaan serta syarat lainnya.
Hal ini tentunya akan sulit dipenuhi warga miskin di Lobar. Apalagi sebagian besar warga miskin berprofesi sebagai buruh tani. “Bagaimana mereka bisa penuhi syarat itu,” tegas Sulhan.
Bagaimana solusinya? Menurut politisi PKB, agak susah juga jika mengharapkan subsidi tambahan dari pihak pengembang. Sebab, para pengembang adalah pengusaha yang juga mengharapkan memperoleh keuntungan dari subsidi pemerintah pusat itu.
Menurutnya, harus ada alternative lain. Seperti memperbanyak program rumah layak huni. “Itu salah satu cara membantu masyarakat. Yang tadinya cuma punya dua ruangan, bisa bertambang menjadi tiga ruangan. Itu antisipasi sementara,” sarannya.
Namun, alasan pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin jangan lantas menjadi alasan rusaknya tata ruang Lobar. Sebab perlu melihat data warga yang belum punya rumah. Sebaiknya, pemda memberikan rumah khusus bagi warga Lobar menggunakan lahan Pemkab.
“Misalnya pemda menjual lahannya ke warga dengan harga murah, lalu kerjasama dengan pengembang untuk bangun perumahan. Di sinilah bentuk subsidinya, sehingga membantu warga,” usulnya.
Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Lobar, terdapat 26 ribu kepala keluarga (KK) belum punya rumah. Di dalamnya terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) berpenghasilan rendah. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here