Beranda Lombok Timur Reskrim Atensi Dugaan Perjokian Dewan

Reskrim Atensi Dugaan Perjokian Dewan

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA AKP Joko Tamtomo SIK

LOTIM – Dugaan perjokian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) oleh 18 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim), menjadi atensi Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) polres Lotim. Saat ini, Kasat Reskrim melalui unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), melakukan penyelidikan kasus dugaan perjokian tersebut.
“Kami sudah menerbitkan surat penyelidikan,” tegas Kasat Reskrim AKP Joko Sutomo SIK, di ruang kerjanya, kemarin.
Dalam kasus ini, meski pihak terkait melakukan pengembalian kerugian negara, namun ada kaitan dengan niat jahat untuk melakukan korupsi. Jika unsur niat jahat sudah terpenuhi, meskipun melakukan pengembalian kerugian negara, tetap perkara kasus korupsi itu bisa dimajukan. Sebab dalam undang-undang Tipikor, pengembalian kerugian negara tidak menghapus pidana.
“Kita akan tekankan di undang-undang Tipikor pasal 4. Yang jelas, perkara tetap bisa dimajukan, meski sudah mengembalikan kerugian negara,” tegasnya.
Kaitan dengan rencana pemanggilan sejumlah oknum dewan itu, ia mengaku pekan ini dilakukan penjadwalan. “Sekitar Senin atau Selasa akan datang, kami akan mengundang semua pihak terkait untuk klarifikasi,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar) ini.
Seperti yang dirilis Radar Mandalika kemarin, dugaan perjokian ini terjadi saat kegiatan Diklat sejak jumat (13/7) lalu di Jakarta. Bendahara dewan mengakui semua anggota dewan sudah mengambil dana perjalanannya. Tidak itu saja, salah satu anggota dewan asal PAN, mengakui sudah mengambil anggaran perjalanan dinas. Namun yang ikut Diklat diwakilkan salah satu anak dari wakil ketua dewan, yang juga pimpinan partai tempatnya bernaung. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here