Beranda Praya Metro Pilkades, Empat Kecamatan Rawan Gesekan

Pilkades, Empat Kecamatan Rawan Gesekan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Jalaludin

PRAYA — Jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) 96 desa di Lombok Tengah, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) sudah memetakan tingkat rawan gesekan.
Dari analisa dinas termasuk dengan belajar pada tahun sebelumnya, pihaknya dinas menganggap ada sejumlah desa di empat kecamatan yang masih diangkap rawan.
Adapun empat kecamatan itu, Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut dan Kecamatanan Janapria. Sedangkan desa yang ada delapan kecamatan lainnya masih terbilang aman dan tetap menaati peraturan yang diterapkan. Terjadinya gesekan itu, dikarenakan banyak penyebabnya, salah satu adanya kecurangan di persyaratan maupun penyebab lainnya.
“Potensi gesekan atau konflik horizontal tetap ada. Semua desa berpotensi besar terjadi konflik,” ungkap Kepala DPMD Loteng, Jalaludin, kemarin.
Namun untuk mengatasi itu terjadi, pihaknya selain berpedoman dengan Perbup Pilkades, tapi pihaknya juga telah menekankan pada seluruh pantia Pilkades serentak, bertindak dan berlaku seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Bukan hanya itu, pihaknya imbau agar panitia lebih teliti, dengan langkah yang diambil dan harus mengacu pada aturan.
“Jangan sampai permasalahan muncul setelah penetapan Kades terpilih,” jelasnya.
Untuk semua persyaratan harus dilengkapi dan tertib administrasi. Jangan sampai memancing keributan, jauhkan dari ego kelompok.
“Sebagai panitia harus tegak lurus, sehingga akan mendapatkan kepala desa yang betul-betul diinginkan masyarakat dan berkualitas,” kata dia.
Jalaludin mengaku, pelaksanana Pilkades serentak ini sudah memasuki tahapanpemberian pemahaman tentang aturan atau perbup dalam pelaksaan pilkades. Kemudian setelah pantia Bimtek, baru kemudian akan dilakukan penjarian terhadap warga yang ingin mencalonkan dirinya. Dari pendaptaran hingga persyratan yang paling uatama adalah dukungan e-ktp 12 persen tersebut.
“Semua calon harus memenuhi segala persyarata,” tegasnya.
Sedangkan bagi calon incumben yang sudah posistif maju, dia harus melakukan cuti sejak diditetapkan menjadi calon Kades.
“Jumlah desa yang akan melaksanakan pilkades adalah 96 desa,” bebernya.
Jalal berharap, pelaksanaan Pilkdes tahun ini, berjalan aman, tidak gangguan atau polemik yang akan menjadi keributan seperti tahun sebelumnya. Guna mengantisipasi, pihaknya juga sudah mempunyai langkah dengan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk penjagaan keamanan.
“Nantinya dalam pelaksanaan Pilkades akan dijaga ketata aparat juga,” cetusnya.
Disinggung mengenai anggaran untuk pelaksaana Pilkades sejumlah Rp 2 miliar lebih. Dengan anggaran itu, katanya memang sangat sedikit tapi akan upayakan agar cukup.
“Memang harus bagaimana lagi,” jawab dia.

Belum lama ini, Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman mengatakan, untuk pemetaan kerawanan pemicu konflik dalam pelaksanaan Pilkades sendiri, sejauh ini pihaknya melihat, bahwa belum ada kerawanan. Hanya saja, ada sedikit yang akan diantisipasi yakni, saat pemeriksaan persyaratan KTP 12 persen itu.
“Paling tidak 10 hingga 20 anggota kami akan letak di setiap desa,” kata Kapolres.  (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here