Beranda Headline Kader Terbaik Demokrat NTB Pindah ke Nasdem?

Kader Terbaik Demokrat NTB Pindah ke Nasdem?

BERBAGI

MATARAM – Sejumlah pentolan yang juga kader terbaik Partai Demokrat NTB, sudah pindah partai ke Nasdem. Partai besutan Surya Paloh. Ada apa? Entah apa yang terjadi di internal partai yang dikomandoi SBY sehingga mereka loncat ke partai lain.

Sebelumnya, informasi yang diterima pengurus DPC Demokrat Lombok Timur, H Syamsul Lutfi loncat ke Nasdem. Kemudian, TGH Hasanaen Juaini merupakan pengurus DPC Lombok Barat. Nama wakil Ketua DPD Demokrat NTB, HMNS Kasdiono (kader terbaik, Red) sudah bergabung di Nasdem untuk maju sebagai calon legislatif mewakili daerah pemilihan kota Mataram dan akan didaftarkan ke KPU oleh pengurus Nasdem sendiri.

Ketua Bapillu DPW Nasdem NTB, Ardani Zulfikar yang dikonfirmasi membenarkan bahwa HMNS Kasdiono yang merupakan pengurus Demokrat NTB, kini sudah menjadi bagian dari Partai yang didirikan Surya Paloh.

“Perpindahan sudah diproses. Bahkan, sedang proses Silon sebagai calon legislatif Dapil Mataram, insya Allah, hari ini tuntas,” beber Ardani, kemarin.

Dia menjelaskan, untuk Lutfi dan Hasanaen berkasnya sudah diproses. Terlebih, Lutfi akan maju di tingkat DPR RI, Hasanaen sendiri DPRD Provinsi Dapil Lombok Barat -KLU. Mengenai alasan mereka pindah bisa langsung ditanyakan kepada bersangkutan.

“Yang jelas beliau tertarik karena NasDem adalah partai masa depan dan memiliki prospek yang bagus,” kata dia.

Disinggung Kasdiono dipersiapkan Nasdem mewakili Dapil NTB untuk di RI? Ardani menegaskan tidak benar, yang benar itu untuk Dapil Kota Mataram.
Kasdiono yang dikonfirmasi membantah maju di DPR RI Dapil NTB melalui Nasdem. Ketika dikonfirmasi dia akan mewakil Dapil Mataram dari Nasdem dan alasan pindah partai, Ketua Fraksi Demokrat di DPRD NTB itu enggan menanggapi.

sementara, Ketua DPD Demokrat NTB, TGH mahally Fikri dikonfirmasi via ponsel pun enggan menanggapi lebih. Ia mengaku agar ditanyakan ke yang bersangkutan.

“Tanya ke yang bersangkutan,” kata Mahalli singkat.

Terpisah Sekretaris DPRD NTB, H Mahdi juga membenarkan ada informasi beredar bahwa banyakan politisi yang loncat partai dan akan maju tingkat DPR RI. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada surat resmi ke pimpinan DPRD bagi mereka yang mengundurkan diri.

“Ini masih informasi karena belum ada surat resmi, “kata dia terpisah.

Mahdi menjelaskan, surat pengunduran diri dan pemberitahuan ke pimpinan DPRD NTB karena menyangkut keuangan bersangkutan yang harus dipertanggungjawabkan. Dimana, yang loncat partai ada kaitan dengan proses pergantian antar waktu (PAW) .
Terlebih ada beberapa syarat ketentuan bagi anggota dewan untuk di PAW seperti mengundurkan diri, meninggal dunia, dan diberhentikan oleh partai.

“Yang kita antisipasi, jangan sampai pembayaran gaji berjalan pada ujungnya mereka harus kembalikan. Karena, pengunduran diri tidak bisa secara lisan,” katanya.
Disinggung berapa pendapatan anggota DPRD NTB, Mahdi memaparkan, setiap anggota menerima sebesar Rp 50 juta lebih perbulan termasuk gaji dan tunjangan.  (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here