Beranda Headline SMPN 7 Praya Tolak Merger

SMPN 7 Praya Tolak Merger

BERBAGI

PRAYA — Rencana Dinas Pendidikan Lombok Tengah untuk melakukan merger sekolah yang minim siswa mendapat penolakan keras dari pihak SMPN 7 Praya.
Seperti yang diketahui, pihak dinas saat ini tengah melakukan evaluasi di masing-masing sekolah. Baik dalam hal perkembangan sekolah hingga sekolah yang kekurangan murid. Bahkan dinas sudah memasang target di dua sekolah yang hingga saat ini memiliki murid yang sedikit untuk dimerger. Seperti di SMPN 7 Praya dan SMPN 6 Jonggat. Seperti yang diketahui, dua sekolah ini sejak beberapa tahun terakhir ini tidak mendapatkan murid yang signifikan. Sehingga merger dirasa menjadi hal yang tepat untuk dilakukan.
Menaggapi keinginan ini, SMPN 7 Praya menjadi sekolah yang menolak keras rencana merger tersebut. Karena rencana tersebut dirasa tidak efektif dan efisien serta tidak akan meyelesaikan masalah.
“Kami menolak dan sangat tidak setuju dengan merger,” tegas Kepala SMPN 7 Praya, Muhrim.
Menurutnya, ada beberapa alasan pihaknya menolak untuk dimerger. Pihaknya melihat masih ada harapan untuk terus mengembangkan sekolah ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, pihaknya masih optimis akan ada perkembangan kedepannya. Terutama dengan upaya yang sudah dilakukan saat ini. Apalagi menurutnya, sudah terlihat perkembangan terutama dari jumlah siswa. Untuk saat ini saja sudah terlihat adanya perkembangan. Dari yang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun sebelumnya hanya tiga siswa yang didapat, kini meningkat menjadi sembilan orang.
“Sekarang saja sudah mulai meningkat muridnya. Kami tetap yakin dan optimis sekolah bisa berkembang menjadi lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Muhrim juga menjelaskan alasan lain untuk menolak merger. Alasan lain itu dengan melihat antusiasme siswa yang masih ingin bersekolah. Hal itu menjadi alasan penting untuk pertimbangan merger. Karena bagaimanapun semangat siswa untuk bersekolah harus tetap diapresisasi. Selain itu, sekolah ini menjadi pilihan masyarakat setempat untuk bersekolah, meski masih belum terlalu signifikan.
“kami disini melihat semangat siswa yang tinggi meskipun kondisi sekolah seperti ini. Tapi ini akan menajdi tugas dan tantangan kami bersama,” tegasnya.
Dengan kondisi yang dihadapi saat ini, pihaknya tetap memiliki harapan dan semangat untuk berkembang menjadi lebih baik. Sehingga bisa mencetak siswa yang berprestasi dan membanggakan. (bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here