Beranda Headline Cabor di Loteng Gigit Jari

Cabor di Loteng Gigit Jari

BERBAGI

PRAYA – Sejumlah cabang olahraga (Cabor) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menyoroti anggaran kegiatan. Mereka juga mengkritik pedas para pentolan komite olahraga nasional Indonesia (KONI) Cabang Loteng. Pasalnya, jelang pekan olahraga provinsi (Porprov) November mendatang, KONI dinilai tidak pernah ada kegiatan.
“Kok KONI makin begini saat ini. Baru kemarin pengurus dilantik kami lihat stagnan,” ungkap pengurus salah satu Cabor yang minta namanya dirahasiakan.
Harusnya kata dia, melalui KONI memberikan anggaran kegiatan, tryout atau bertanding di luar, trraing center (TC), bahkan uang makanan tambahan kepada atlet.
“Saya yakin, 27 Cabor belum ada yang menerima. Ada apa dengan KONI?” tanyanya.
Dia yakin, jika sistem di internal KONI tetap seperti ini, maka dipastikan masa depan para atlet di Gumi Tastura perlahan bakal menghilang. Sebelumnya, ia berharap kepada pengurus KONI saat ini di bawah komando H Ahmad Puaddi FT, KONI akan makin jaya dan terus mendukung para atlet. Nyatanya, itu hanya mimpinya saja.
“Kalau saya tidak berduli dengan masa depan Cabor saya, untuk adik-adik kita. Untuk apa saya ngomong, saya peduli,” tegasnya.
Dan lebih parah lagi, pentolan di KONI hari ini bukan orang yang terlalu paham dengan dunia olahraga. Ini juga menjadi penyebabnya Cabor dan KONI hanya punya nama, namun tidak ada kegiatan.
“Miris saya lihat, kami dengan Cabor lain juga akan terus memantau perkembanga ini. Saya tahu anggaran dikelola KONI besar yang dititip di Dispora ada 1 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua I KONI Loteng HL Muliawan yang dikonfirmasi bicara irit. Dia menegaskan jika anggaran untuk KONI Rp 1 miliar, namun dititip di Dispora Loteng.
“Jadi bukan kita yang kelola, dinas,” katanya via wa tadi malam.
Kata Muliawan, seharusnya anggaran untuk KONI dikelola KONI. Hanya nanti laporan yang diserahkan ke Dispora, namun kenyataannya itu tidak kali ini.
“Untuk Cabor yang saya bina sudah. Tidak tahu pengurus Cabor lain,” jawabnya.
Muliawan mengaku tidak tahu, apakah yang lain sudah menerima apa belum. Sebab, sekali lagi anggaran dikelola Dispora.(r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here