Beranda Mataram Wacanakan Payung Hukum Mengatur Harga

Wacanakan Payung Hukum Mengatur Harga

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA Lalu Suparno

MATARAM– Dinas Perdagangan NTB mewacanakan membuat Peraturan Gubernur (Pergub), dan Peraturan Daerah (Perda) untuk meminimalisir kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). “Kita akan undang biro hukum, DPRD, dan dinas terkait dimasing-masing kabupaten/kota untuk membuat produk hukum Pergub dan Perda itu,” ujar Kepala Seksi Sarana Distribusi dan Logistik pada Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan NTB, Lalu Suparno, kemarin.
Munculnya wacana itu karena sejak beberapa hari terakhir, harga daging ayam melonjak. Semula Rp 35 ribu perkilogram naik menjadi Rp 45 ribu perkilogram. Tingginya harga daging ayam lantaran minimnya stok bibit ayam yang didatangkan dari Bali dan Jawa .
Bukan hanya karena bibit kurang. Melainkan juga karena ketersediaan komoditas berkurang tapi permintaan meningkat, seperti ikan laut. Karena kondisi perairan laut saat ini tidak menentu, sementara permintaan tinggi memicu harga ikan laut mahal. Sehingga konsumen beralih ke daging ayam.
Ditambahkan, pembuatan Pergub atau Perda tersebut sudah diatur dalam Permendag nomor 27 tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Aturan itu dibuat untuk menjamin ketersediaan, stabilitas dan kepastian harga pangan yang kerap bergejolak.
Sesuai Permendag 27/2017 itu, maka distributor akan mengacu pada harga acuan dalam melakukan pembelian dan penjualan. Apabila sudah dibentuk Pergub atau Perda, tapi masih saja distributor menaikkan harga seenaknya maka akan diberlakukan sanksi yaitu pencabutan izin usahanya.
“Kita bisa berikan punishment bagi pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab. Jika tiga kali diberi imbau tapi tidak dindahkan, ya dicabut izinnya,” tegasnya seraya mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. Berbelanja dengan bijak, belanja sesuai kebutuhan. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here