Beranda Headline Tiga Lembaga Komitmen Perbaiki Layanan BPJS

Tiga Lembaga Komitmen Perbaiki Layanan BPJS

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA KOMITMEN: Tiga lembaga yakni BPJS Cabang Mataram, Kimia Farma, dan Ombudsmen RI perwakilan NTB usai menandatangani komitmen kesepakatan.

MATARAM-Beberapa waktu lalu, Ombudsman Repubik Indonesia (ORI) perwakilan NTB mengungkap temuannya terkait kecurangan dalam menyalurkan obat bagi peserta BPJS yang dilakukan beberapa apotek di Kota Mataram. Terkait temuan itu, tiga lembaga yakni BPJS cabang Mataram, Kimia Farma, dan Ombudsman menandatangani komitmen untuk memperbaiki layanan kesehatan BPJS. Khususnya untuk masyarakat di Kantor BPJS Kesehatan cabang Mataram, kemarin.
Kepala BPJS Cabang Mataram, dr Muhammad Ali mengatakan, terdapat beberapa poin yang sudah disepakati. Yaitu melakukan internalisasi di jajaran unit Kimia Farma, dan meningkatkan pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Perlu disediakan informasi terkait maksimal obat JKN, membangun mekanisme pelayanan peserta, membangun sikap pelayanan yang baik, membangun kordinasi kelembagaan antara Ombudsman, BPJS dan Kimia Farma di instalasi rumah sakit.
Kemudian menginformasikan obat-obat yang mengalami kekosongan, membangun mekanisme kecurangan ketersedian obat, membangun SOP layanan publik dan membentuk layanan pemberian informasi serta pengaduan termasuk standar yang sudah diatur.
“Kita sudah sepakati beberapa poin di atas. Semoga dengan kesepakatan tersebut, tidak ada kejadian laporan kekosongan obat padahal ada,” ujarnya.
Terdapat tiga kondisi yang membolehkan instalasi farmasi yang masuk atau tidak dalam fasilitas pelayanan kesehatan mengeluarkan klaim kepada BPJS. Untuk instalasi farmasi yang tidak masuk dalam fasilitas layanan kesehatan, tentunya sudah menjalin kerjasama dengan BPJS atau masuk dalam praktek dokter berjejaring.
Terkait jenis-jenis pelayanan obat kronis yang kondisinya belum stabil, maka fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dapat mengeluarkan tambahan resep. Tambahan obat dikeluarkan sesuai indikasi medis sampai jadwal kontrol berikutnya.
Kemudian pasien penyakit kronis dengan kondisi sudah stabil, bisa mengambil obat difasilitas kesehatan tingkat pertama. Sebelumnya pasien mendaftar ke BPJS Kesehatan tempatnya tinggal sebagai peserta program rujuk balik (PRB). “Pasien menerima resep untuk kebutuhan 30 hari, yang bisa diambil di apotik puskesmas atau yang berjejaring,” imbuhnya.
Dan ketiga pelayanan obat kemoterapi, thallasemia, dan hemophilia yang meliputi pemberian obat untuk ketiga penyakit tersebut bisa diberikan di fasilitas kesehatan tingkat dua. Tentunya dengan mempertimbangkan fasilitas dan kompetensi sumber daya.
Pasien dapat memperoleh obat untuk kemoterapi dan thallasemia di pelayanan rawat jalan tingkat lanjut sesuai indikasi medis. Khusus untuk masa transisi.
Sementara, perwakilan Kima Farma Muslimin berjanji akan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan obat-obatan. Ini terkait beberapa temuan dari Ombudsman. “Sudah disepakati bagaimana kita harus melakukan internalisasi supaya memang tidak ada lagi kesalahan yang sama yang terjadi di kemudian hari,” katanya.
Kimia Farma juga bakal memberikan informasi yang transparan terkait permasalahan kekosongan obat. Sehingga masyarakat mengetahui secara jelas jika memang obat-obat ini dalam kondisi tidak kosong. “Insya AllAh kami jamin tidak akan terulang kembali,” janji Muslimin.
Sementara Ketua ORI perwakilan NTB, Adhar Hakim mengatakan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan pemerintah dengan tujuan meringankan beban masyarakat atau memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan. Selain melibatkan lembaga pemerintahan penyelenggara pelayanan publik, baik di tingkat pusat maupun daerah, juga melibatkan BUMN bahkan pihak swasta.
Oleh sebab itu, JKN melalui operator BPJS berupaya semaksimal mungkin menghindari praktik penipuan oleh pelaksanaan JKN. “Kita harapkan jangan lagi terjadi akan hal-hal kecurangan dalam melayani masyarakat yang menjadi peserta JKN,” tegasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here