Beranda Headline Potensi Buah Melon di Desa Ganti

Potensi Buah Melon di Desa Ganti

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA BERDAGANG: Salah satu pedagang melon di Desa Ganti sedang berjualan di pinggir jalan raya Mujur-Keruak, kemarin.

Jadi Ikon Desa, Sumber Pendapatan yang Menjanjikan

One Village One Product yang merupakan harapan pemerintah rupanya lambat laun sudah terlihat di beberapa desa di Lombok Tengah (Loteng). Salah satunya Desa Ganti yang memanfaatkan ratusan hektare lahan pertanian untuk menanam melon yang hasilnya cukup menjanjikan.

TARNADI-LOTENG

MENDENGAR nama Desa Ganti, maka akan terpikir dibenak kita adalah buah melon. Desa ini memang sudah menjadi andalan Gumi Tatas Tuhu Trasna dalam hal budidaya melon. Hampir di semua lahan pertanian warga di desa ini, terdapat tanaman melon. Karena masyarakat setempat lebih memilih menanam melon ketimbang tanaman lainnya.
Banyak hal yang membuat mereka lebih memilih menanam melon. Selain membutuhkan biaya yang relatif kecil, di satu sisi perawatanya juga tidak terlalu rumit. Sehingga secara tidak langsung masyarakat beranggapan jika dengan menanam melon hasilnya lebih menjanjikan dibanding tembakau seperti kebanyakan petani lainnya di wilayah Kecamatan Praya Timur lainnya. Apalagi, dengan cuaca yang tidak kerap hujan saat ini, tanaman melon akan tumbuh subur dan baik. Bayangkan saja, dari 5 are lahan pertanian, petani bisa memperoleh omzet sekitar Rp 10 juta dengan hanya modal Rp 4 juta. Selama ini juga, buah melon di desa ini tidak hanya diminati oleh masyarakat yang ada di sekitar Loteng saja, namun juga banyak dari luar Lombok.
Yuli, salah satu petani sekaligus penjual melon Desa Ganti mengatakan, pada momen-momen tertentu seperti pada bulan puasa, omzet berjualan melon cukup melimpah. Selain laris, harganya pun lebih mahal dibandingkan bulan lainnya.
“Misalnya hari biasa terjual Rp 20-25 ribu per biji, tapi saat Ramadan bisa di atas Rp 30 ribu,” ulasnya.
Sementara itu, Kades Ganti, Lalu Bahrun mengatakan, dengan menekuni buah melon, masyarakat setempat pun kini banyak yang menjadi pengusaha sukses. Dimana sebelumnya, banyak masyarakat yang dalam segi ekonomi sangat jauh dari kata cukup. Bahkan tidak jarang sampai harus keluar negeri untuk menjadi tenaga kerja.
“Tapi sekarang, ngapain keluar negeri. Hasil pertanian melon saja sudah bisa mereka jual hingga ke Jawa dan daerah lainnya di Indonesia,” ujarnya bangga.
Dirinya pun sangat mendukung warganya yang menonjolkan buah melon sebagai lahan usaha. Sebab di sisi lain, buah yang berwarna hijau muda itu pun menjadi mampu ikon desa setempat.
“Ketika desa lain di Loteng menonjolkan pantainya dan air terjun, tidak ada salahnya desa kita identik dengan melon,” cetusnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here