Beranda Headline Peredaran Narkoba Menggila

Peredaran Narkoba Menggila

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DICOKOK: Aparat saat menggeledah tersangka di TKP dengan barang bukti narkoba jenis sabu dan sejumlah uang.

Empat Hari, Tiga Tersangka Diamankan Polisi

KLU—Peredaran narkoba di Lombok Utara makin merajalela. Buktinya, tiga orang berhasil diamankan aparat kepolisian di lokasi dan waktu yang berbeda dalam rentan 4 hari terakhir.
“Penangkapan pertama dilakukan di Dusun Telaga Wareng Desa Pemenang Barat. Dua orang tersangka ini terbukti menyimpan narkoba jenis ganja,” ungkap Kasat Narkoba Polres Lombok Utara, Iptu Remanto, kemarin.
Kedua tersangka ini bernama Firman Hadi dan M Rodi. Mereka diamankan sekitar pukul 01.00 wita. Mereka saat itu tengah melakukan transaksi yang kemudian langsung diciduk oleh aparat. Dari tangan keduanya, polisi mengamankan 6 poket ganja siap edar.
“Informasi dari masyarakat, kedua pelaku saat itu sedang mengantar barang kepada pemesan,” jelasnya.
Keduanya kini dikenakan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun.
Penangkapan kedua terjadi di Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Kamis (12/7) sekitar pukul 13.30 wita. Kali ini tersangka berasal dari Desa Bengkel Lombok Barat bernama Sudirman 22 tahun. Sudirman ditangkap saat hendak mengantar 5,2 gram sabu kepada pemesan di Gili Trawangan. Upaya polisi mengamankan tersangka saat itu sempat panas lantaran Sudirman menolak diperiksa petugas.
“Saat kami periksa dia sempat menolak. Memang saat kita geledah motornya dan pakaiannya, barang bukti itu tidak ada. Tapi inisiatif anggota memeriksa helm yang dikenakan tersangka dan barang haram itu pun ditemukan di bagian belakang helmnya,” jelasnya.
Tak butuh waktu lama, pelaku yang juga residivis pada kasus yang sama ini langsung digelandang menuju Polres Lombok Utara.
Dari tangan Sudirman, aparat mengamankan barang bukti berupa 5,2 gram sabu, 1 unit handphone, 1 unit motor Kawasaki Ninja dan uang yang diduga hasil transaksi senilai Rp 4,5 juta.
“Kami sekarang terus intens melakukan pengawasan dan menghimpun informasi dari masyarakat tentang peredaran barang haram tersebut,” tegasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here