Beranda Praya Metro Pemerintah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2019

Pemerintah Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2019

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SAMPAIKAN: Wakil Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat menyampaikan rancangan KUA-PPAS APBD 2019 dalam sidang paripurna, kemarin.

PRAYA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 dalam sidang paripurna, kemarin.
Rancangan tersebut disampaikan Wakil Loteng, Lalu Pathul Bahri. Dalam kesempatan itu, Pathul menyampaikan bahwa sebelumnya telah disusun rancangan KUA-PPAS Kabupaten Loteng tahun anggaran 2019 oleh tim anggaran Pemkab dan telah pihaknya terima. Selanjutnya, disampaikan kepada DPRD melalui sidang paripurna dalam agenda penyampaian rancangan KUA-PPAS untuk dibahas pada agenda pembahasan lebih lanjut guna mendapatkan kesepakatan
“Di dalam penyusunan dan perumusan rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2019, berpedoman pada peraturan yang ada. Serta mengacu pada dokumen perencanaan dan penganggaran yang telah ditetapkan, meliputi peraturan menteri dalam negeri nomor 38 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan,” kata Pathul Bahri dalam sambutannya.
Pathul menjelaskan, pada tahun anggaran 2019 mendatang, agenda pembangunan di Lombok Tengah memasuki tahun keempat pelaksanaan RPJMD periode 2016-2021. Mengacu pada RKPD Loteng tahun 2019 dengan tema pembangunan yang diusung adalah.
“Memajukan pariwisata untuk peningkatan kesejahteraan dan penguatan nilai tambah produk lokal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas dan penurunan kemiskinan,” ujarnya.
“Tema pembangunan tersebut, dijabarkan kedalam lima prioritas pembangunan, yaitu penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama dan kearifan lokal, peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan kesehatan dan kesejahteraan sosial, penguatan struktur ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas infrastruktur kabupaten dan penataan wilayah perkotaan Praya dan peningkatan kapasitas Pemda dan pelayanan publik,” jelasnya.
Pathul menegaskan, penetapan tema dan prioritas pembangunan dalam RKPD Loteng tahun 2019, merupakan upaya penyelesaian capaian target-target pembangunan Nasional, Provinsi maupun Kabupaten.
“Prioritas pembangunan daerah yang telah tersusun ini akan menjadi acuan dan pedoman bagi seluruh OPD di lingkungan Pemkab Lombok Tengah dalam menjabarkan program dan kegiatan tahun anggaran 2019,” bebernya.
Selain itu, Pathul menyampaikan gambaran umum kebijakan penganggaran pendapatan Daerah tahun anggaran 2019 meliputi target PAD tahun anggaran 2019 yaitu sebesar 199.768.860.000,00. Target dana perimbangan tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1.304.594.500.000,00. Target lain-lain pendapatan daerah yang sah, Rp. 154.734.928.304,00.
“Berdasarkan gambaran besaran komponen Pendapatan Daerah yang kita targetkan di tahun anggaran 2019 tersebut, maka secara total rencana PAD Kabupaten Lombok Tengah pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 1.997.251.932.850,00,” tuturnya.
Sementara arah kebijakan belanja daerah tahun anggaran 2019, antara lain diprioritaskan untuk pemenuhan belanja wajib dan mengikat, dukungan prioritas Nasional dan Provinsi NTB, peningkatan keberpihakan pada kepentingan publik, pengentasan kemiskinan. menitikberatkan alokasi belanja daerah pada urusan pemerintahan konkuren. belanja pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa. lanjutan pembangunan kantor bupati. penyediaan tanah untuk infrastruktur pembangunan. lanjutan pembangunan jalan strategis.
Secara garis besar, penganggaran belanja daerah pada rancangan KUA dan PPAS meliputi belanja tidak langsung seperti belanja pegawai sebesar Rp. 872.087.626.925,00. belanja bunga Rp. 5.597.130.000,00. Belanja hibah Rp. 33.011.200.000,00. Belanja bantuan sosial Rp. 1.048.691.000,00. Belanja bagi hasil kepada Desa Rp. 9.676.847.000,00 dan belanja bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa dan Parpol Rp. 265.681.906.000,00. Selanjutnya belanja tidak terduga Rp. 1.000.000.000,00. Sehingga berdasarkan uraian tersebut, secara keseluruhan alokasi belanja tidak langsung pada 2019 Rp. 1.202.191.942.118,75.
Sementara untuk belanja langsung untuk tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 779.068.190.731,25. Sehingga, berdasarkan rencana pendapatan daerah dan belanja daerah tahun anggaran 2019, terdapat selisih positif atau surplus anggaran Rp15.991.800.000,00. surplus anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran pembiayaan daerah yaitu pembayaran angsuran pokok utang pada PT. Sarana Multi Infrastruktur Rp. 15.991.800.000,00. (jay/Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here