Beranda Mataram Pabrik Kosmetik Beroperasi Tahun Ini

Pabrik Kosmetik Beroperasi Tahun Ini

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA H Lalu Hamdi

MATARAM– Setelah sukses mengolah rumput laut menjadi produk makanan, NTB berekspansi ke produk lain. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB mulai mengolah rumput laut menjadi kosmetik. DKP NTB akan menggandeng pihak ketiga dengan investasi senilai Rp 10 miliar. Saat ini, lahan untuk pabrik kosmetik rumput laut dalam tahap pembenahan lingkungan. “Semoga tahun ini bisa dioperasikan,” ujar Kepala DKP NTB, H Lalu Hamdi, kemarin.
Dikatakan, rumah produksi kosmetik rumput laut bakal dibangun di Desa Banyumulek, Lombok Barat. Pengolahan rumput laut menjadi kosmetik ini melibatkan pihak ketiga. Mereka yang nantinya akan melakukan pemasangan alat. DKP hanya membangun bangunan dan menyewakannya pada pihak ketiga tersebut. “Di lahan sekitar satu hektare lebih tersebut akan dipasangi mesin pengolahan sekaligus laboratoriumnya,” katanya.
Pengolahan kosmetik rumput laut ini sepenuhnya diatur pihak ketiga. Pihaknya hanya memfasilitasi mereka untuk dekat dengan pembudidaya dan lokasi wisata. Apalagi, rumput laut di NTB memiliki potensi yang sangat besar. Pada 2017 lalu, NTB memproduksi rumput laut basah mencapai 1.036.000 ton. Hasil produksi tersebut sudah dikembangkan menjadi beberapa produk olahan makanan. Di antaranya dodol rumput laut, rengginang, es rumput laut, kopi rumput laut, manisan rumput laut, dan lainnya. “ Itu sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Banyak Industri Kecil Menengah (IKM) yang tertarik mengolah rumput laut. Mereka mengolahnya menjadi oleh-oleh khas NTB. Respon dari pembeli sangat bagus. Banyak dari pembeli tertarik memasarkan produk olahan rumput laut ini di daerahnya. Keberhasilan olahan makanan rumput laut mendorong DKP untuk melakukan pengembangan lain. Langkah tersebut dikatakan Hamdi, untuk meningkatkan nilai tambah dari rumput laut. “Terlebih sejauh ini banyak pelaku usaha melakukan ekspor dalam bentuk mentah. Ini yang ingin kita edukasi mereka,” lanjut Hamdi.
Adanya rumah produksi kosmetik tersebut akan menimbulkan banyak efek domino. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, hingga meningkatkan PAD NTB dari nilai sewa bangunan dan lahan. Tak hanya itu, pabrik ini juga menjawab permasalahan suplai kebutuhan hotel yang selama ini diimpor dari luar NTB. Seperti sabun, shampo, pasta gigi, dan lainnya. “Ini akan berujung pada peningkatan ekonomi daerah kita,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here