Beranda Lombok Barat Lobar Tuan Rumah Konferensi Internasional

Lobar Tuan Rumah Konferensi Internasional

BERBAGI
HUMAS LOBAR FOR RADAR MANDALIKA BERTEMU: Tim penjajakan Kemenkopolkam saat berkunjung ke kantor Bupati Lobar, kemarin.

LOBAR—Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terpilih menjadi tuan rumah onferensi internasional. Konferensi itu akan melibatkan para mahasiswa, pelajar, dan akademisi dari berbagai negara. Seperti Australia, Selandia Baru dan negara-negara ASEAN.
Hal ini disampaikan Pimpinan Tim Penjajakan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolkam), Kolonel Kun Wardana di Kantor Bupati Lobar, kemarin. “Konferensi ini akan fokus membahas isu global terkait dengan terorisme dan wawasan kebangsaan,” katanya.
Tidak hanya Lobar saja, namun seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok sedang dijajaki sebagai lokasi konferensi ini. Rencananya, konferensi diselenggarakan tanggal 4-6 Agustus 2018 mendatang.
Selain membahas wawasan kebangsaan terkait dengan globalisasi dan terorisme, fenomena media sosial tidak luput menjadi topik konferensi tersebut. “Selain trend positif, trend-trend negatif pun sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan berbangsa. Media sosial yang menjadi trend pun justru banyak menjadi alat penyebaran berita hoax,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid menyambut baik rencana digelarnya konferensi itu. Menurutnya, Lobar memiliki banyak potensi untuk menjadi sasaran riset di bidang toleransi dan stabilitas keamanan. Mengingat keberanekaragaman suku dan agama di wilayahnya. “Walau masuk dalam kategori rawan, kita sukses menyelenggarakan Pilkada dengan aman,” ujar Fauzan.
Mantan Ketua KPU NTB itu menambahkan, jika kondisi keamanan itu tidak terlepas dari koordinasi baik dengan Forkopimda. Sehingga mampu mendeteksi dini hal negatif bagi keamanan. “Sampai saat ini Lobar tempat yang aman dan terbebas dari terorisme,” tegasnya.
Bukan tanpa alasan kenapa Fauzan mengatakan hal itu. Sebab dalam hal toleransi antar agama, Lobar dinilai sangat aman. Walau penduduknya lebih dari 6 persen penganut umat Hindu dan agama lainnya, mereka bisa rukun berdampingan dengan umat Islam yang mayoritas atau lebih dari 92 persen. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here