Beranda Lombok Timur Kalau Benar, Untuk Apa KPU Takut

Kalau Benar, Untuk Apa KPU Takut

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Miftahurrahman

LOTIM – Belakangan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim) mendapat sorotan dari berbagai pihak. Mulai dari dugaan patok rata Pajak Penghasilan (PPH), hingga dugaan penyelewengan anggaran sosialisasi dan lainnya. Terhadap berbagai spekulasi itu, mantan Komisioner KPU Lotim Miftahurrahman menegaskan, jika KPU merasa benar, tak perlu takut terhadap berbagai spekulasi yang bermunculan tersebut. “Ya, kalau merasa benar untuk apa KPU takut. Tapi jika benar dugaan patok rata PPH, itu sudah terlalu jauh namanya,” tegas Miftahurrahman kepada Radar Mandalika, kemarin.
Jika dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tentu KPU harus memberikan semua data-data yang dibutuhkan. Sebab secara prinsip, harus dijelaskan secara transparan. Bagaimana pun, azas penyelenggaraan Pemilu, salah satunya harus transparan. Baik dalam hal penyelenggaraan, pengelolaan keuangan dan sebagainya.
“Semua harus bekerja sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Tidak boleh ambil alih hak bidang lain,” tegasnya lagi.
Urusan teknis keuangan di bagian sekretariat KPU, tidak boleh diintervensi oleh jajaran komisioner. Apalagi, itu sifatnya kebijakan di sekretariat, karena menyangkut pertanggungjawaban keuangan. “Kalau kami dulu, tetap berpegang pada aturan. Komisoner pada tataran kebijakan, dan sekretariatan pada tataran operasionalnya. Komisioner hanya sifatnya memantau setiap kegiatan di sekretariatan,” ungkapnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here