Beranda Mataram Udang Vaname Potensial Dikembangkan

Udang Vaname Potensial Dikembangkan

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA Lalu Hamdi

MATARAM—Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perikanan NTB, melirik potensi budidaya udang Vaname. Budidaya udang tersebut berpeluang mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Perikanan NTB, Lalu Hamdi mengatakan, budidaya udang Vaname sudah dilakukan sejak tahun 2017. Dengan daerah uji coba di nelayan pesisir pantai Lombok Timur (Lotim). Selama ini ada persepsi masyarakat bahkan pemerintah, untuk pengembangan udang Vaname butuh modal besar. Semua itu belum tentu benar.
“Modal memang perlu, tapi tidak besar. Bisa dibilang budidaya mega. Tapi kalau masyarakat yang punya lahan terbatas juga bisa, karena udang Vaname ini sulit perawatan, mudah pemasaran,” katanya.
Untuk percobaan dilakukan di Lombok Timur (Lotim) dengan 5 ribu ekor, dalam masa panen dua bulan. Kisaran hasilnya hingga 145 kilogram. Udang Vaname merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar Indonesia. Kebutuhan pasar domestik dan luar negeri terhadap udang Vaname lebih besar, ketimbang jenis udang-udang lain yang hidup secara alam di laut.
Selain menguntungkan bagi petani tambak, budidaya udang Vaname terbukti dapat menjaga lingkungan. Karena pengelolaannya yang ramah lingkungan serta didukung oleh prasarana yang memadai. “Apalagi faktor pendukung seperti kualitas air masih bagus, laut lepas tidak ada sumbatan kotoran seperti teluk. Kemudian belum banyak orang main tambak Vaname, sehingga sangat prospek untuk dikembangkan,” terangnya.
Ditambahkan, pengembangan udang Vaname bisa sebagai mata pencaharian tambahan bagi para nelayan. Selain sebagai uji coba, juga berfungsi sebagai web lapangan dan tempat praktek para pelajar mahasiswa. Sekaligus tempat magang masyarakat yang ingin mempelajari cara budidaya ikan dan udang Vaname.
“Ini bisa dijadikan usaha padat karya, karena modalnya bisa dimulai dari Rp 10 juta, Rp 20 juta hingga Rp 50 juta,” rincinya.
Kemudian dari segi teknologi relatif mudah dan sudah diketahui oleh masyarakat. Sebagaimana budidaya udang di tambak jadi sudah dikenal dasar-dasarnya. Dari segi harga, relatif naik. Target tahun 2017 untuk udang Vaname mencapai 57 ribu ton. Realisasinya sampai 68 ribu ton, melebihi target. “Harga udang Vaname Rp 55 ribu per kg. Ini harga lokal, dan dipeliharanya kira-kira dua bulan,” kataHamdi.
Ia menyarankan, budidaya udang Vaname yang sensitif harus memperhatikan biosecurity atau menjaga lokasi tambak tidak masuk agen penyakit. Sehingga menekan terjadinya penyusutan di ambang batas maksimal hingga 15 persen.
Hamdi berharap setelah Lotim, budidayakan udang Vaname juga akan mulai dikembangkan dan dibudidayakan di kabupaten lain. “Kita akan coba lagi di KLU, Lombok Barat, Lombok Tengah, termasuk di pulau Sumbawa juga,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here