Beranda Lombok Barat Tanah Pecatu Diduga Dijual

Tanah Pecatu Diduga Dijual

BERBAGI

LOBAR—Tanah pecatu yang rencananya akan dihibahkan kepada warga Desa Krame Jaye, Kecamatan Narmada, kabarnya dijual oknum mantan pejabat. Padahal warga setempat sudah lama mengusulkan ke Bupati agar aset itu dijadikan lapangan sepak bola.
Plt Kepala Desa Krame Jaye, Baehaqi mengaku, pihak desa sempat kecewa dengan pernyataan oknum mantan pejabat itu. Oknum itu menyampaikan jika lahan pecatu itu justru tidak jadi diserahkan, dengan alasan politis. Bahkan kabarnya aset itu akan dijual. “Kita langsung mengecek ke bagian aset Pemkab Lobar, apakah betul atau tidak sudah dijual tahunan,” ujar Baehagi, kemarin.
Hasilnya pengecekan, belum ada status penjualan tahunan lahan tersebut. Bagian aset Pemkab Lobar juga langsung turun ke lokasi lahan itu. Rencananya, pihak aset akan membuatkan surat keputusan (SK) untuk penggunaan tanah itu sebagai lahan sepak bola. Jawaban itu membuat warga merasa tenang. “Mudah-mudahan harapan kami dibangunkan lapangan sepak bola segera terwujud,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar, Joko Wiratno mengaku belum tahu perihal persoalan aset itu. Ia berjanji akan turun mengecek aset tersebut. “Kami akan turun cek apa benar informasi ini. Kalau memang betul, nanti APH (aparat penegak hukum) yang turun tangan,” tegasnya.
Mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup), mekanisme sewa kontrak aset memang selama satu tahun. Tidak boleh lebih dari ketentuan tersebut.
Sementara itu anggota DPRD Lobar asal Narmada, Indra Jaya Usman mendukung jika lahan itu dijadikan lapangan sepak bola untuk kepentingan warga. Lantaran di daerah itu belum memiliki fasilitas umum berupa lapangan. “Sangat pas jika lahan ini diberikan ke masyarakat untuk dijadikan lapangan sepakbola,” tegas Ketua DPC Demokrat Lobar ini.
Menurut politisi Demokrat ini, mekanisme sewa kontrak aset yang dilakukan oleh oknum itu disinyalir melanggar aturan. Sebab tidak melalui desa lebih dahulu. Terlebih lagi, oknum mantan pejabat inisial P tersebut, memiliki anak buah diduga bekerja di Bapenda dan Aset yang diminta mengurus sewa kontrak tersebut. “Warga sempat dibuat resah, akibat ulah oknum mantan pejabat. Diduga menyewakan lahan aset milik Pemda tersebut,” ungkapnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here