Beranda Headline Lindungi Anak-anak dari Bahaya Narkoba

Lindungi Anak-anak dari Bahaya Narkoba

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA LINDUNGI KELUARGA: BNN mengkampanyekan pentingnya peran keluarga untuk melindungi dari bahaya narkoba. Salah satunya dengan membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan saat peringatan HANI tahun 2018 di Taman Sangkareang, kemarin.

MATARAM—Kemarin, diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Data Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram sejak Januari hingga Juni 2018, karateristik klien yang datang ke Klinik Pratama BNN Kota Mataram untuk rehabilitasi ada perubahan signifikan dari sisi usia.
Jika tahun 2017, usia di bawah 18 tahun hanya 8 persen. Tahun 2018 naik menjadi 38 persen untuk klien berusia di bawah 18 tahun. Kemudian untuk rentang usia 18-35 tahun terjadi penurunan dari 87 persen menjadi 61 persen. Perubahan karateristik klien itu menandakan jika pengedar narkoba telah menyasar anak sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD), SMP hingga SMA.
Terhadap fakta itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Wayan Sugiartha mengatakan, butuh keterlibatan semua stakeholder agar anak-anak tidak menjadi pecandu narkoba. “Menjadi tanggungjawab semua, karena khawatir juga dengan kondisi anak-anak,” ujarnya.
Langkah konkrit yang perlu dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba. Bukan hanya kepada pengguna, termasuk ke keluarga harus lebih digencarkan mendapat sosialisasi. “Tidak bisa hanya memberikan tanggungjawab ke aparat. Semua harus ikut sama-sama menutup celah bagaimana barang haram ini jangan sampai masuk ke Mataram,” ujarnya seraya menambahkan, harus ada komitmen semua aparat. Termasuk pengawasan orangtua mesti diperketat.
Sebelumnya Kepala BNN Kota Mataram, H Nur Rachmat mengatakan, pergeseran karakteristik itu membuat BNNK akan mencoba mengubah pola dalam upaya pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Kita akan fokus ke anak-anak usia SD dan SMP,” katanya.
Penyebab naiknya penyalahguna dari kalangan anak-anak, karena ada upaya pengedar dan bandar mencari sasaran baru. Utamanya anak-anak dengan usia 18 tahun ke bawah sedang dalam fase memiliki keingintahuan yang tinggi. ‎Patut pula orangtua memperhatikan betul perilaku anaknya. Karena narkoba bisa dimulai dari kebiasaan anak merokok, hingga minum-minuman keras tradisional.
Sebagai terobosan baru, BNN akan melakukan upaya preventif dengan jemput bola. Bila diketahui ada anak didik mulai berubah perilaku menjadi nakal, jajaran BNN akan turun ke sekolah tanpa menunjukkan identitas sebagai pegawai BNN. “Kita scranning, intervensi dan rujuk ke tempat rehab supaya bisa terkendali penyalahgunaannya,” jelasnya.
Perlu juga lebih masif diberikan informasi kepada anak-anak tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. “Anak-anak yang sehat juga harus paham bahayanya narkoba. Jangan sampai mereka salah mengedukasi diri. Sehingga kita lakukan pencegahan sesuai usianya,” terangnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here