Beranda Lombok Timur Ketika UIN Mataram Pusatkan KKP di Lotim

Ketika UIN Mataram Pusatkan KKP di Lotim

BERBAGI
IST/ RADAR MANDALIKA LEPAS: Bupati Lotim saat menerima sekaligus melepas mahasiswa UIN Mataram, untuk melakukan kegiatan KKP di wilayah Lotim, kemarin.

Bupati Minta Mahasiswa Pakai Istilah “Kaji Tindak”

Banyak perguruan tinggi eksis di Lotim. Namun untuk membangun daerah, perguruan tinggi di jantung kota Provinsi NTB, juga ambil andil melepas mahasiswanya ke semua daerah. Termasuk ke Lotim.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

KABUPATEN Lombok Timur (Lotim), memiliki jumlah penduduk terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sektor lembaga pendidikan, mulai dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), hingga madya maupun perguruan tinggi strata satu, ada di daerah ini. Khususnya perguruan tinggi, jumlahnya ada belasan.
Tak sedikit mahasiswa yang mengenyam pendidikan di masing-masing perguruan tinggi di Lotim, jumlahnya hingga ribuan orang. Artinya, jumlah lulusan dari perguruan tinggi asal daerah ini saja, setiap tahunnya bisa memproduksi sarjana mencapai belasan ribu orang.
Masing-masing perguruan tinggi, tidak saja membekali mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan di kampus saja. Untuk menambah wawasan dan sebagai bentuk praktek lapangan, terdapat program wajib disiapkan pihak kampus. Sehingga, bisa membuat mahasiswa semakin matang. Begitu mereka keluar dari perguruan tinggi tersebut setelah menyandang gelar sarjana, bisa membawa apa yang diperoleh selama duduk di bangku kuliah.
Kemarin, sebanyak 700 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melakukan kegiatan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) di Lotim. Pihak UIN Mataram, memberikan tugas untuk menerapkan tri dharma perguruan tinggi, melalui kegiatan KKP. Mereka disebar di delapan kecamatan, seperti Keruak, Montong Gading, Sakra Timur, Sakra Barat dan beberapa kecamatan lainnya. KKP ini akan dilakukan para mahasiswa hingga akhir Agustus mendatang.
Ratusan mahasiswa ini diterima dan dilepas oleh Bupati Lotim H Moch Ali Bin Dachlan. Orang nomor satu di Lotim ini, memberikan arahan pada para mahasiswa sebelum turun ke lapangan. Pesan moral disampaikan Bupati, “Kuliah itu intinya kalian belajar, bukan mengajari orang desa. Tapi kalian belajar di desa,” katanya.
Pendidikan membangun suasana proses belajar mengajar juga harus dinamis. Ia pun meminta menyumbangkan segala ilmu di desa, agar desa itu bisa menjadi lebih baik. Bupati juga berharap semua mahasiswa memanfaatkan waktu, selama mengikuti kegiatan KKP di Lotim. Sehingga menjadi bekal kelak. “Jadi mahasiswa itu, pakailah istilah “Kaji Tindak”. Maksudnya kalian belajar dulu baru melakukan tindakan,” kata Ali BD. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here