Beranda Headline Dari Peringatan HANI Tahun 2018 Kota Mataram

Dari Peringatan HANI Tahun 2018 Kota Mataram

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PENGHARGAAN: Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, bersama Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi serta beberapa tokoh lainnya menerima penghargaan dari BNN, kemarin.

Narkoba Kejahatan Luar Biasa, Korban Merambah Anak-anak

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) jatuh pada setiap tanggal 10 Juli. Tahun 2018 ini, HANI diperingati secara serempak tanggal 12 Juli 2018. Termasuk di Kota Mataram.
RIRIN FITRIANA-MATARAM

ACARA diawali senam bersama serta penyerahan penghargaan dan sertifikat dari BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun BNN Kota Mataram, suguhan hiburan dan pemberian hadiah doorprize. Peringatan HANI tahun ini harus membuka mata semua pihak atas fakta ngerinya peredaran dan korban penyalahgunana narkoba.
Membacakan laporan tertulis Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Heru Winarko, Kepala BNN Kota Mataram H Nur Rachmat menyampaikan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang mengancam dunia. Bahkan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Karena itu kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara intensif dan komprehensif. “Perang terhadap narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah, harus dilakukan komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat,” terangnya.
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di dalam masyarakat menunjukkan kecenderungan semakin meningkat. Dengan korban yang meluas. Terutama dari kalangan anak-anak, remaja, generasi muda, aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala daerah, hingga lingkungan pesantren. Penggunaan teknologi internet untuk perdagangan dan peredaran pun meningkat. Baik dari segi transaksinya maupun jenis yang diperdagangkan.
Sejak tahun 2009-2016, telah terdeteksi sebanyak 739 narkoba jenis baru yang beredar di dunia, serta dilaporkan oleh 106 negara. “71 jenis diantaranya sudah beredar di Indonesia. Dan 65 jenis diantaranya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika sedangkan yang enam jenis belum diatur,” jelas Nur.
Saat membacakan sambutan tertulis dari Presiden RI Joko Widodo, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana turut menegaskan perang besar terhadap narkoba yang menuntut seluruh elemen bangsa untuk bergerak secara aktif. Mengatasi permasalahan narkoba, diperlukan strategi khusus. Yaitu keseimbangan penanganan antara pendekatan penegakan hukum untuk memutus mata rantai jaringan peredarannya dan pendekatan kesehatan bagi para korban ketergantungan untuk mendapatkan perawatan atau rehabilitasi. “Upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan. Sehingga warga negara kita dapat terlindungi dan dengan itu akan melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here