Beranda Lombok Timur Satlantas Safari Keselamatan Hingga Desa

Satlantas Safari Keselamatan Hingga Desa

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA ARAHAN: Kasat Lantas Polres Lotim, saat memberikan arahan dalam kegiatan safari lalu lintas di Desa Wanasaba Lauk, Kecamatan Wanasaba Lotim, guna menekan angka lakalantas di Lotim, kemarin.

LOTIM – Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Lombok Timur (Lotim) semester pertama tahun ini, memang menurun drastis. Kendati demikian, tidak membuat kendor jajaran Satlantas Polres Lotim untuk tetap melakukan sosialisasi. Salah satu terobosan guna menekan Lakalantas itu, melalui kegiatan safari lalu lintas ke tingkat desa di Lotim.
Kasat Lantas Polres Lotim, AKP I Made Hendra SIK kepada Radar Mandalika, kemarin menjelaskan, jalan raya Wanasaba, salah satu wilayah rawan kecelakaan. Termasuk di beberapa ruas jalan lainnya di Lotim. Sehingga sosialisasi keselamatan berlalu lintas di jalan raya penting terus dilakukan. Hal itu, guna menekan fatalitas angka lakalantas.
“Kami tekankan, semua masyarakat Lombok Timur, memenuhi kewajibannya dalam berlalu lintas. Terutama menyangkut penggunaan helm SNI, kelengkapan SIM dan STNK,” ujarnya.
Polri khususnya Satlantas, turun ke tengah masyarakat sebagai bentuk giatan preventif, guna menekan angka kecelakaan yang terjadi. Sebab, angka kecelakaan di Lotim, dikatakannya masih lumayan tinggi. “Masyarakat yang hadir disetiap sosialisasi, kami bisa menjadi perpanjangan tangan pada keluarga, tetangga. Bahkan ke masyarakat lainnya,” terang mantan pasukan perdamaian ini, seraya berharap keterlibatan jajaran Polsek dan desa ikut gencar sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
Untuk memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat, sejak lama Satlantas menjalankan program pelayanan SIM keliling. Lokasinya sudah terjadwal seperti di Polsek dan tempat strategis lainnya. Sehingga masyarakat tak perlu lagi antre lama di kantor Satlantas. Masyarakat juga tak perlu takut dengan Polri, karena Polri adalah mitra masyarakat. Terutama selama di perjalanan, asalkan melengkapi diri dengan helm, SIM dan STNK.
“Untuk anak di bawah umur, termasuk anak sekolah yang belum memiliki SIM, mohon agar orang tuanya lebih peduli dengan mengantar anak-anak ke sekolah. Jangan memberikan anak-anak fasilitas sepeda motor, karena ini semata-mata untuk masa depan anak kita,” tegasnya.
Dalam waktu dekat di wilayah hukum Polres Lotim, Polri akan menerapkan denda maksimal. “Segera kita berlakukan denda maksimal. Tujuannya, menekan tingginya angka pelanggaran,” pungkas Hendra. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here