Beranda Lombok Utara Ribuan Pengusul WUB Terancam Dicoret

Ribuan Pengusul WUB Terancam Dicoret

BERBAGI
USAHA BARU: Salah satu warga yang hendak mengurus usulan sebagai peserta WUB belum lama ini.

KLU—Program wira usaha baru (WUB) di Lombok Utara nampaknya tidak semulus harapan semua pihak. Target pemerintah mencetak puluhan ribu WUB ini karena banyaknya pengusul yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Alhasil, ribuan calon penerima WUB tahun ini terancam dicoret.
“Memang ada sekitar 5 ribu proposal yang masuk. Tapi ada ribuan yang akan dicoret,” ujar Ispektorat Lombok Utara, Zaenal Idrus saat ditemui di ruanganya, kemarin.
Dikatakan, selain karena persoalan itu faktor lain di internal SKPD terkait seperti tidak sinkronnya proposal yang diajukan dengan kegiatan juga berimbas terhadap pengurangan tersebut.
“Informasi yang kami terima rupanya ada yang belum nyambung, proposal yang sudah diverifikasi SKPD dengan kegiatannya. Itu yang sedang kita rapatkan, kalau tidak sinkron ya kita kembalikan dulu karena itu tanggung jawab SKPD untuk memverifikasi lagi,” ujarnya.
Terkait masalah peraturan bupati (Perbub) yang akan mengatur program prioritas tersebut diklaimnya baru saja selesai. Hanya saja yang menjadi persoalan itu, ketidak sinkronan antara proposal dan item kegiatan yang sudah diverifikasi oleh setiap SKPD terkait.
“Proposalnya A, kegiatannya B, kan gak nyambung itu. Nah itu yang kita kembalikan dulu meski sudah diverifikasi,” tukasnya.
Untuk itu lanjut Zaenal, guna memberikan solusi terhadap persoalan tersebut, maka pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan membantu mengsinkronkan datanya.
“Kita menilai hasil verifikasi SKPD itu ada beberapa yang belum klop kita akan sesuaikan dengan kriterianya nanti. Nah yang tidak sesuai akan kita kembalikan dan kita jalankan yang sudah sesuai,” sambungnya.
Sementara terkait pelaporan hasil ke KPK sendiri pihaknya mengaku sering melakukanya. Selain itu pihaknya juga minta petunjuk, karena program ini anggaranya sangat besar.
“Kita intens konsultasi ke Inspektorat Jendral juga, atau mungkin ke BPKP juga nanti kita minta pendapat,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here