Beranda Headline Pelindo III Nunggak Pajak 4,7 Miliar

Pelindo III Nunggak Pajak 4,7 Miliar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Fathurrahim

LOBAR—PT Pelindo III (Persero) nunggak pembayaran pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) kepada Pemkab Lombok Barat (Lobar). Nilai BPHTB 2017 yang belum dibayarkan itu mencapai Rp 4,7 miliar. Hal ini terungkap saat sidang paripurna jawaban kepala daerah atas pandangan umum fraksi di DPRD Lobar, kemarin. Dimana hal itu mempengaruhi rendahnya capaian PAD Lobar tahun 2017. “Itu karena masih ada kendala pada beberapa sertifikat,” kata Asisten III Setda Lobar, kemarin.
Anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah beberapa kali memanggil PT Pelindo untuk penyelesaian pajak BPHTB itu. Pembayaran paling telat akan dilakukan pada akhir bulan ini. “Kita sudah bertemu dengan GM-nya (General Manager). Pada prinsipnya mereka akan membayar dan memenuhi kewajibannya,” katanya.
Fathurrahim mengakui, jika hutang pajak BPHTB itu hanya di tahun 2017. Saat ini pihak Pelindo tengah mengecek sertifikat lahan. Sebab pada aset Pelindo terdapat beberapa potensi pajak seperti BPHTB, minerba, Pajak Bumi Bangunan (PBB), dan pajak air tanah. “Bapenda dan Pelindo sedang mensingkronkan data. Prinsipnya dia akan memenuhi, dan kita sama-sama tidak ingin salah. Kita juga tidak ingin kurang pembayarannya, atau kelebihan,” tambahnya.
Menurutnya, terdapat hutang pajak beberapa instansi baik BUMD maupun perusahaan lainnya yang menyebabkan tak tercapainya target PAD tahun 2017 lalu. Termasuk hutang pajak Hotel Santosa sebesar Rp 5,3 miliar pada tahun 2017, dan baru dibayarkan pada Januari 2018. “Target tahun lalu tak tercapai, karena itu memang tidak masuk,” pungkasnya. (cr-win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here