Beranda Headline Komisioner KPU Cek Gugatan di MK

Komisioner KPU Cek Gugatan di MK

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM – Sejumlah komisioner komisi pemilihan umum (KPU) NTB hari ini, akan bertolak ke Jakarta untuk mengecek ada tidak masuk gugatan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilgub NTB. Tujuan utama, komisioner KPU akan ke Mahkamah Konstitusi (KM).

“Iya, kami akan ke Jakarta ingin buktikan langsung apakah ada tidaknya Paslon yang menggugat ke MK. Ini nanti sebagai dasar menetapkan gubernur dan wakil gubernur,” terang Komisioner Devisi Hukum dan Pengawasan KPU NTB, Yan Marli, kemarin.

Dia mengatakan, MK akan mengeluarkan release resmi tanggal 23 Juli nanti. Apakah ada atau tidaknya masuk gugatan Paslon. Kalau tidak ada, jelas KPU NTB akan menetapkan Paslon Zulkiflimansah – Hj Sitti Rohmi Djalilah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Namun, ketika ada jelas KPU akan nunggu putusan MK dulu.

sementara itu, disinggung dengan adanya saksi Paslon yang tidak mau menandatangani hasil pleno, apakah KPU sudah melakukan langkah komunikasi dengan harapan mau menerima kekalahan. Yan menegaskan, soal saksi tidak bersdia tanda tangan itu soal hak. Tidak ada paksaan dari KPU karena, apa yang sudah dilakukan oleh KPU dalam hal proses sudah sesuai mekanisme.
“Itu hak, boleh saja,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua KPU NTB L Aksar Ansori justru menegaskan, tetap mengesahkan hasil rakapitulasi Pilgub NTB 2018. Perlu diketahui oleh semua pihak bahwa, dirinya secara tulus menjalankan proses Pilkada tersebut dan atas nama Allah, atas nama Rasulullah, dirinya tidak pernah bermain apalagi diintervensi pihak lain.
Untuk diketahui, pleno penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah yang keluar sebagai peraih suara terbanyak berdasar pleno tingkat kabupaten/kota terancam lama. Padahal dalam pleno yang berlangsung sejak 4 Juli tersebut, paket nomor tiga meraup suara 811.945.
Tercatat Zul-Rohmi unggul di empat daerah maju. Yang pertama, mereka mendominasi di Lombok Utara dengan total raihan 41.179 suara. Pasangan HM Suhaili FT dan HM Amin berada di posisi kedua dengan perolehan 30.711 suara. Sementara pasangan TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi berada di posisi ketiga dengan 26.491 suara, Terbawah pasangan HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti AM dengan 22.283 suara saja.
Jumlah suara sah sebanyak 120.664, sedangkan suara tidak sah sebanyak 3.793. Sementara dari DPT tercatat sebanyak 158.880 orang. Tempat kedua Zul-Rohmi unggul ada di Lombok Timur. Di sana, secara mengejutkan Zul-Rohmi mempecundangi bupati aktif yang juga mencalonkan diri, Ali BD.
Pasangan Zul-Rohmi meraih 244.622 suara. Sementara Ali-Sakti 207.113 suara, Suhaili-Amin 123.064 suara dan Ahyar-Mori 72.283 suara. Dua tempat lainnya Zul-Rohmi memimpin adalah Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa. Di Sumbawa Barat pasangan yang diusung Demokrat dan PKS ini berhasil meraup 39.312 suara. Duet duo doktor ini jauh meninggalkan lawan-lawannya. Ahyar-Mori sebagai peraih suara tertinggi kedua hanya mengantongi 8.045 suara. Ketua KPU Sumbawa Barat Fahroni mengatakan, total masyarakat KSB yang memberikan hak pilih pada pilkada 27 Juni lalu sebanyak 62.985.
Proses rekapitulasi diawasi langsung Panwaslu dan disaksikan masing-masing saksi dari paslon dan dibuatkan dalam bentuk berita acara. Artinya berbagai pihak memberi legitimasi atas keunggulan Zul-Rohmi.

Kemenangan paling telak Zul-Rohmi terjadi di Sumbawa. Di sana, berdasar pleno 4 Juli lalu atas 24 kecamatan yang mewakili 861 TPS. Zul-Rohmi mengunci 166.833 suara. Sementara pesaing lainnya hanya mendapat kisaran 20 ribuan suara. Pasangan Ali-Sakti sebagai peraih suara tertinggi keduapun hanya mengumpulkan 28.490 suara saja. Anehnya, Suhaili-Amin keluar sebagai peraih suara terrendah dengan 23.786 suara.
Awalnya keberadaan Amin yang merupakan putra asli Samawa diprediksi akan memecah suara, namun faktanya hal itu tak terjadi. suara di Tana Samawa, terutama Sumbawa snagat solid pada Zul. Saat itu Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Sumbawa berjalan sukses, aman dan damai.
Pasangan Ahyar-Mori gagal unggul telak sebagaimana rencana awal. Di Lombok Barat misalnya, selisih dengan Zul-Rohmi sebagai peraih suara tertinggi kedua sangat tipis. Pasangan yang diusung enam partai yang memiliki kursi di parlemen NTB itu hanya meraup 122.919 suara, berbanding 114.868 suara untuk Zul-Rohmi.
Sedangkan pasangan Suhaili-Amin mendapat 56.562 suara, dan Ali-Sakti hanya mengantongi 52.466 suara. Bahkan di Mataram yang merupakan kandang Ahyar-Mori, lantaran di sana Ahyar memimpin dua periode, perolehan suara pasangan tersebut juga tidak terlalu telak. Tercatat jumlah perolehan suara mereka 109.006, lagi-lagi Zul-Rohmi mengekor dengan 39.478 suara. Total suara sah 190.305 suara, dan suara tidak sah 4.900.
Strategi mengekor perolehan suara Ahyar-Mori tersebut nampaknya memang benar-benar dimaksimalkan Zul-Rohmi. Tak hanya di Lombok Barat dan Mataram, pasangan dengan jargon lanjutkan ikhtiar TGB itu terus menjadi runner up di seluruh tempat Ahyar-Mori menang. Di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu yang merupakan basis lain Ahyar-Mori, Zul-Rohmi juga meraup suara cukup signifikan. Di Kota Bima, saat Ahyar-Mori meraup 51.095 suara, Zul-Rohmi bisa mengumpulkan setengahnya, yakni 24.392 suara. Disusul Suhaili-Amin 9.081 suara dan Ali-Sakti 3.572 suara.
Di Kabupaten Bima, Zul-Rohmi juga sukses mencuri separo perolehan suara Ahyar-Mori yang mengumpulkan 120.501 suara.
Sementara di Dompu, selisihnya lebih dekat lagi. Ahyar-Mori mendapat 55.757 suara, sementara Zul-Rohmi 35.261 suara. Gagal telaknya Ahyar-Mori itu bahkan menempatkan mereka secara total sebagai peraih suara tertinggi ketiga saja. Total paket dengan jargon NTB untuk semua itu mengumpulkan 637.048 suara saja. Mereka justru kalah dari Suhaili-Amin yang sejatinya hanya unggul di satu daerah otonom saja, yakni Lombok Tengah. Di sana, Suhaili-Amin memang menunjukkan superioritas dengan mengunci 341.980 suara.
Ali-Sakti sebagai peraih suara terbanyak kedua hanya mengantongi 74.139, disusul Ahyar Mori dan Zul-Rohmi yang berkejaran dengan raihan masing-masing 46.245 dan 45.966 suara. Suara Lombok Tengah itulah yang mendongkrak perolehan Suhaili-Amin, sehingga total akumulasi dengan daerah lainnya menjadi 674.602 suara. Terbawah, Ali-Sakti mengumpulkan total dukungan 430.007 suara saja. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here