Beranda Mataram Ketika Mataram Terpilih Sebagai Percontohan Smart City

Ketika Mataram Terpilih Sebagai Percontohan Smart City

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA MEMANTAU: Seorang warga memantau kondisi Kota Mataram melalui CCTV yang terpasang di Command Center. Keberadaan CCTV menjadi bagian dari upaya Kota Mataram menjadi Smart City.

Bersaing dengan 99 Daerah, Diawali Pembuatan Master Plan

Kota Mataram terpilih sebagai satu dari 100 kabupaten/kota se-Indonesia yang akan dijadikan daerah percontohan Smart City. Butuh proses untuk menjadi Smart City.
RIRIN FITRIANA-MATARAM

SETELAH melalui serangkaian proses seleksi dan assesment, Kota Mataram menjadi salah satu daerah yang akan mendapat pendampingan dari pusat. Diawali dengan penyusunan masterplan Smart City. Untuk menjamin kesuksesan program yang merupakan kerjasama antara Kementerian Kominfo, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas, dan Kantor Staf Presiden (KSP) RI tersebut, semua pihak yang merupakan tim pelaksana harus dapat bekerjasama dengan sebaik-baiknya.
Karena nantinya, Kota Mataram juga harus berkompetisi dengan 99 daerah lain yang mendapat program serupa. Mengingat nantinya akan ada pemeringkatan. “Sebelumnya ada Lombok Timur, kali ini Mataram dan Sumbawa. Semoga nanti juga bisa mewujudkan Nusa Tenggara Barat sebagai Smart Province,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dwi Elfrida Martina.
Mewakili Wali Kota Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menyampaikan, Kota Mataram telah melakukan launching Smart City sejak tanggal 31 Agustus 2017. Selama hampir satu tahun sejak diluncurkan, beberapa hal telah dilakukan untuk dapat mewujudkan Mataram sebagai Smart City. Meski diakui bahwa untuk mencapai Smart City yang seutuhnya, bukan hal yang mudah.
Karena itu dirinya menyambut baik diadakannya bimbingan teknis yang akan dilakukan sebanyak empat kali ke depan untuk menyamakan persepsi. Kemudian nantinya akan dituangkan dalam empat buah buku sebagai acuan dalam penyusunan anggaran kegiatan Mataram menuju Smart City. “Melalui Bimtek ini Insya Allah Kota Mataram bisa menjadi kota cerdas yang sesungguhnya, yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya,” ujarnya.
Tenaga Ahli Kedeputian I bidang Pengendalian Pembangunan Program Prioritas dari Kantor Staf Presiden RI, Robertus Theodore mengatakan, tujuan besarnya Smart City adalah bagaimana pelayanan masyarakat bisa lebih cepat, dan lebih baik. Program-program pemerintah juga bisa di eksekusi dengan akuntabel, transparan, dan berdampak bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here