Beranda Headline Dua Alat Inkubator RSUD Diperbaiki?

Dua Alat Inkubator RSUD Diperbaiki?

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DIPERSOALKAN: Sejumlah perawat saat beraga di ruang tempat alat inkubator difungsikan, kemarin.

PRAYA – Proyek pengadaan lima unit alat inkubator di rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya tahun 2016, ditemukan dua tengah dalam proses perbaikan. Namun soal anggaran proyek ini, pihak rumah sakit enggan membeberkan.
Direktur RSUD Praya, Muzakir Langkir membantah keras pengadaan lima alat inkubator untuk penghangat bayi bermasalah dan tidak bisa berfungsi. Katanya, alat inkubator itu hingga sekarang masih berfungsi serta sedang digunakan sesuai dengan pemanfaatannya.
Sementara untuk pengadaan alat ini, tidak menggunakan sistem lelang, namun sistem pembelian langsung via katalog elektronik (e-katalog) yang dilakukan melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Hal tersebut merujuk kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 63 Tahun 2014.
“Tidak ada penyimpangan harga dan spek, alat ini juga sudah diuji. Semua itu sudah ditentukan oleh pusat pada sistem e-katalog,” tegasnya saat memberikan klarifikasinya, kemarin.
Langkir menegaskan, dengan sistem ini, pengadaan barang khususnya seperti alat kesehatan terutama Inkubutor sudah terpampang dengan jelas aturan yang harus diikuti. Langkir mempersilakan mengawasi dan dipastikan tidak akan ada permainan di harga. Bahkan pemerintah bisa memilih barang yang dibutuhkan dengan leluasa sesuai anggaran yang ada.
“Bukan hanya alat kesehatan sekarang, pengadaan kendaraan dinas di kesehatan juga berlangsung secara e-katalog,” ujarnya.
Jadi, untuk alat kesehatan (alkes) pengadaannya harus lewat e-katalog di LKPP bahwa semua barang-barang yang akan dibeli pemerintah harus lewat LKPP. Di sana sudah terjadi penawaran yang sangat-sangat ketat, harganya transfaran, sudah tidak ada lagi yang namanya sesuatu yang bisa dipilih-pilih, penawarannya sangat ketat.
“Tidak ada peluang untuk melakukan penyimpangan,” jelasnya tegas.
“Memang ada tiga yang sedang dipakai sekarang. Sedangkan untuk dua masih diperbaiki dan segera akan digunakan lagi,” ujarnya.
Ia mengungkap, pihaknya tidak masalah jika aparat melakukan penyelidikan terhadap pengadaan alat itu. Sebab, sudah sesuai dengan aturan yang diterapkan. Bukan itu saja, terkait sejumlah petugas kesehatan dari bidan maupun perawat yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh polisi, pihaknya sudah mengatakan kepada anak buahya agar memberikan keterangan sebenar-benarnya.
“Kami siap untuk memberikan keterangan mengenai alat itu,” jelasnya.

Sementara, Kepala Ruangan NICU RSUD Praya, Minarni yang ditanya mengani alat tersebut menegaskan, bahwa ada tiga alat yang digunakan sekarang. Sedangkan untuk dua lagi berada di gudang dalam rangka perbaikan.
“Tapi dalam waktu dekat akan dipakai lagi,” jawab dia.
Ia mengaku, untuk harga pembelian alat itu, dirinya tidak mengetahuinya. Ia di sini sedang melayani pasien yang sedang melahirkan. “Saya tidak tahu kalau harga barang,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here