Beranda Lombok Timur Cegah Stunting Butuh Dukungan Desa

Cegah Stunting Butuh Dukungan Desa

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Ashrul Sani

LOTIM – Jumlah balita stunting di Lombok Timur (Lotim) hingga 35,01 persen atau sekitar 127 ribu lebih. Stunting ini, hampir merata di wilayah Lotim. Klaim Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, anggaran penanganan stunting di daerah ini cukup. Hanya saja, butuh dukungan dari pemerintah desa (Pemdes), dan Posyandu melakukan penyuluhan. Perlu juga dukungan desa, melakukan Penyiapan Makanan Tambahan (PMT). “Kami pemerintah melalui Dikes, cukup berat menyiapkan PMT untuk puluhan ribu balita. Sehingga perlu dukungan dari desa,” tegas Kepala Dikes Lotim, H Ashrul Sani, di Jerowaru, kemarin.
Selama ini kata Ashrul, dari Dikes dan Kemenkes hanya memberikan PMT sudah jadi terhadap balita di daerah ini. Salah satunya berupa biskuit. Kemudian penanganan dengan memberikan PMT pemulihan, bilamana ditemukan gizi buruk atau pun gizi kurang.
“Cara kita mendeteksi stunting, mengukur tinggi badan sesuai umur. Stunting ini lebih ke arah tinggi balita, dari umur satu sampai dua tahun,” katanya seraya mengatakan jika di Lotim bisa mengejarnya, karena sedang berada di golden periode.
Melalui program yang sudah ada, Dikes mengatasi masalah stunting ini. Tinggal, bagaimana meningkatkan peran serta orangtua dan masyarakat. Bagaimana mempersiapkan diri dari sejak remaja, hamil, melahirkan, sampai proses berkembangnya balita. Peran orang tua dan masyarakat, menjaga asupan gizi, serta lingkungan dalam hal mendukung proses pertumbuhan serta perkembangan balita yang baik.
“Kualitas program posyandu juga perlu ditingkatkan, terutama pada balita maupun ibu hamil,” pungkasnya seraya mengatakan, terdapat sepuluh desa dijadikan sebagai fokus penanganan stunting. Salah satunya, Desa Aikmel, Jerowaru, dan lainnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here