Beranda Headline Tetap Kawal Pembangunan Dam Mujur

Tetap Kawal Pembangunan Dam Mujur

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA H Moh Suhaili FT

PRAYA — Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili FT bicara soal wacana pembangunan Dam Mujur di Kecamatan Praya Timur. Sejak lama, Pemkab tetap mengawal di pusat. Sebab, pembangunan Dam Mujur jadi program pemerintah pusat.
Suhaili menegaskan, selaman ini Pemkab Loteng tidak pernah diam terkait bagaimana memperjuangkan pembangunan Dam Mujur itu segera. Malah pihaknya tetap intens berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta kejelasan. Itu dilakukan karena memang Dam Mujur ranah pusat.
“Kami optimis pembangunan Dam Mujur tetap dilakukan. Tapi untuk waktunya itu merupakan ranah pusat,” tegas Suhaili, Jumat lalu pada wartawan.
Suhaili menepis pemberintaan bahwa Pemkab Loteng tidak serius dalam memperjuangkan Dam Mujur. Tapi kenapa hingga sekarang masih belum dibangun, karena memang terbentur anggaran yang sangat besar untuk proses pembebasan lahan dan adanya penolakan dari sebagian warga setempat.
“Dengan kondisi anggaran APBN sekarang, mana bisa Pemkab yang akan menanggulangi pembebasan lahannya sendiri. Makanya kami jemput bola ke pemerintah pusat mengenai ini,” tegasnya.
Suhaili menjelaskan, untuk anggaran pembangunan fisik Dam Mujur sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. Sedangkan untuk anggaran pembebasan lahan informasinya memang digunakanpola sharing, antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten.
“Makanya saat itu kami masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat terlebih dahulu mengenai itu,” cetusnya.
Namun menurutnya, sebenarnya pemerintah pusat sudah mengetahui bahwa wilayah NTB, terutama Loteng, selain objek wisata yang terus berkembang didukung dengan adanya KEK sekarang, wilayah Loteng merupakan pusat lumbuh pertanian. Dimana petaninya menghasilkan ribuan ton setiap tahunnya.
Oleh karena itu, guna mendukung sektor pertanian ini pembangunan Dam Mujur harus tetap dilakukan. “Wisata tanpa didukung pertanian juga tidak bisa maju,” kata Uhel.
Ditambahkan, pihaknya harapkan pada masyarakat khusunya petani untuk bersabar terkait pembangunan dam mujur, pihaknya dari pemerintah serta DPRD selama ini tetap memperjuankan pembangunan segera dilakukan.
“Kalau mau saya segara dibangun. Tapi bukan begitu. Kami harus memikirkan masyarakat juga. Harus kita selesaikan persoalan yang di bawah dulu,” tuturnya.

Sebelumnya, di rapat paripurna juru bicara (Jubir) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Mayuki mempertanyakan persoalan pembangunan Dam Mujur yang sebelumnya sudah dianggarkan Rp 5 Miliar, bahkan sudah dua kali perubahan dari akun belanja barang menjadi belanja jasa hingga sekarang tidak bisa trealisasi.
“Kami tentu pertanyakan anggaran itu,” kata Mayuki.(jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here