Beranda Lombok Timur Ketika Klaim Kesuksesan Pleno KPU Ditanggapi Netizen

Ketika Klaim Kesuksesan Pleno KPU Ditanggapi Netizen

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DIRAGUKAN: Status Komisioner KPU dan komentar netizen yang meragukan independensi KPU Lotim sebagai penyelenggara Pemilu.

Dikomentari Beragam, Independensi KPU Dipertanyakan

Status pleno rekapitulasi dan ucapan terimakasih salah satu Komisioner KPU Lotim di media social (medsos), menjadi bahan pembicaraan publik. Netizen yang memberi komentar. meragukan independensi KPU.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

RAPAT Pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, serta Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) tahun 2017, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Guna menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan, ditempatkanlah personel kepolisian Polres Lotim, Brimob, dan TNI serta Satpol PP secara berlapis.
Setiap peserta pleno dibuatkan aturan oleh KPU. Selain dibatasi, juga dibekali kartu tanda pengenal. Sementara kepolisian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), melakukan pemeriksaan barang bawaan setiap yang masuk ke areal pleno KPU. Hal itu guna menghindari insiden yang tidak diinginkan terjadi.
Saat pleno berlangsung, memang beberapa hal pokok yang menjadi koreksi tajam dari Panwaslu. Salah satunya, masalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 04 Desa Lepak Kecamatan Sakra Timur, yang mengalami kelebihan surat suara bupati sebanyak dua lembar. Sedangkan suara Gubernur kurang dua lembar. Artinya jumlah surat suara sah dan tidak sah, dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya tidak sinkron.
Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Sambelia, yakni pada surat suara Gubernur mengalami selisih dua suara. Kasus ini terjadi, terindikasi kelalaian dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), yang tidak terlebih dahulu membuka surat suara sebelum dicoblos, untuk memastikan apakah memberikan dua surat suara sama, atau justru surat suaranya sudah tercoblos sebelum pencoblosan atau mengalami kerusakan.
Proses rekapitulasi dimulai sekitar pukul 09.00 Wita, hingga berakhir sekitar pukul 20.30 Wita. Setelah surat suara Gubernur yang didahulukan, baru kemudian rekapitulasi surat suara Bupati.
Setelah rapat pleno terbuka ditutup dengan salam komando antara Komisoner KPU dengan Komisioner Panwaslu, salah satu komisioner KPU Lotim mengupload foto salam komandonya itu di media sosial (Medsos) Facebook dengan nama akun Zin. Selain mengupload foto salam komando, juga fotonya yang duduk di meja utama sidang. Ia pun juga menandai akun komisioner lainnya di facebooknya itu.
Melalui akun facebook miliknya, ia menuliskan “pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB serta Bupati dan Wakil Bupati Lotim 2018. Terimakasih atas kerjasama yang baik dari semua pihak. Allaaaaahuakbar” tulisnya.
Dari status yang diunggahnya itu, beragam tanggapan disampaikan para netizen. Tak sedikit dari netizen memberikan ucapan selamat. Salah satunya pemilik akun Dhanysasak memberikan ucapan “Suskes kpu”. Berbeda dengan pemilik akun Shall-mee, justru menuliskan komentar bernada pertanyaan. “Terus yang oknum komisioner KPU yang ikut2an berikan ucapan selamat padahal mash hanya hasil quick count tetep diproses nggak sama panwaslu”. Pemilik akun Shall-mee kembali melanjutkan komentarnya yang lebih menohok. “Karena pemberitaan itu, membuat kami meragukan independensi KPU sebagai penyelenggara”.
Berbagai pertanyaan dari para netizen, tak satu pun dijawab oleh pemilik akun. Terakhir saat dicek, status yang diupload kemarin, pada sore harinya sudah dihapusnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik akun Zin yang menjabat sebagai Komisioner KPU Lotim ini, saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. Whatsapp dan teleponenya tidak aktif. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here