Beranda Headline Kasus Pemukulan, Warga Bermi Minta Maaf

Kasus Pemukulan, Warga Bermi Minta Maaf

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PERNYATAAN: Pihak keluarga, kadus, kades, tokoh agama, masyarakat dan tokoh pemuda Dusun Bermi Desa Jagerage menyampaikan permintaan maaf di kediaman Kadus setempat, kemarin.

LOBAR—Pemukulan terhadap dua anggota Polres Lombok Barat (Lobar) oleh tiga orang saat pengamanan tradisi nyongkolan, Minggu (1/7) lalu, masih berlanjut. Hanya saja kali ini, pihak keluarga para pelaku bersama kepala dusun (Kadus), kepala desa (Kades), tokoh agama beserta tokoh pemuda Dusun Bermi Desa Jagerage Kecamatan Kuripan Lobar menyampaikan permintaan maaf.
Permintaan maaf itu sebagai bentuk kesadaran masyarakat, untuk menghargai kinerja kepolisian. Masyarakat juga menyatakan, tidak akan mengulangi perbuatan serupa. “Kami atas nama semua masyarakat dan keluarga pelaku mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada segenap kepolisian Polres Lobar dan jajarannya, atas tindakan saudara kami, semoga pihak kepolisian rendah hati memaafkan kesalahan fatal yang dilakukan saudara-saudara kami,” kata Kades Jagerage, Mukaram saat berada di kediaman Kepala Dusun (Kadus) Bermi H Abd Rauf, kemarin.
Hal senada disampaikan tokoh pemuda setempat, Asmuni. Selaku tokoh pemuda, ia menghargai sikap dan tindakan kepolisian saat kejadian itu. Lantaran saat itu pihak kepolisian tidak melakukan perlawanan.
Pihaknya berharap hal ini menjadi pembelajaran bagi pemuda dan masyarakatnya. “Apa yang dilakukan polisi sudah sangat benar, menindak warga yang berbuat salah. Ini sebagai pembelajaran untuk kami dan semua warga agar tidak melakukan hal bodoh, terlebih kepada anggota kepolisian,” imbuhnya.
Sementara orang tua salah seorang pelaku, Jawise sangat mengharapkan pihak kepolisian mau memaafkan tindakan yang dilakukan anaknya. Bahkan bisa diringankan hukumannya. Apalagi, anaknya itu menjadi tulang punggung keluarganya. “Saya sangat menyesali perbuatan yang dilakukan anak saya, semoga bapak Polisi mau membebaskan anak saya,” katanya sembari meneteskan air mata.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Wakapolres Lobar, Kompol Fauzan Wadi merespon baik niat baik warga setempat bersama keluarga. Kendati demikian, ia belum dapat berkomentar lebih jauh terkait proses hukum terhadap para pelaku yang masih diamankan di Makopolres Lobar hingga saat ini. “Siapapun dia kalau sudah minta maaf kita akan hargai itu,” jawabnya singkat.
Seperti diketahui, Minggu (1/7) sore sekitar pukul 18.10 Wita, kedua anggota bernama Brigadir I Wayan Partayasa dan Bhabinkamtibmas, Kuripan Bripka Muhtar Kusuma dipukul tiga pelaku. Saat itu, kedua korban sedang menjalankan tugas mengamankan tradisi nyongkolan di Dusun Dua Pelet Desa Kuripan Kecamatan Kuripan Lobar.
Selain menerima pukulan, kedua polisi ini juga dicaci maki dengan kata-kata kotor yang dilontarkan rombongan nyongkolan disertai kecimol tersebut.(cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here