Beranda Lombok Utara Kuota masih Ngambang

Kuota masih Ngambang

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika H Suardi

KLU—Rencana rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh pemerintah pusat tahun ini nampaknya belum ada kejelasan terkait kuota untuk Lombok Utara. Pemkab Lombok Utara sendiri sudah mengusulkan formasi kebutuhan CPNS kepada pusat melalui BKD Pemprov NTB, namun sampai saat ini belum ada jawaban apakah Lombok Utara menerima kuota CPNS atau tidak.
“Tapi kita sangat harap dapat kuota, karena sesungguhnya kita di Lombok Utara sangat kekurangan PNS,” ujar Sekda Lombok Utara, H Suardi yang ditemui Radar Mandalika, kemarin.
Sekda mengaku sampai saat ini belum menerima kabar kuota yang akan diberikan kepada Lombok Utara. Sehingga ia sendiri belum berani menyimpulkan apakah akan ada pelaksanaan tes CPNS di Lombok Utara atau tidak.
Suardi membeberkan, Lombok Utara saat ini kekurangan 2.500 PNS. Baik itu dari tenaga teknis, kesehatan maupun tenaga pendidikan. Sebab idealnya, Lombok Utara harusnya memiliki tenaga 5 ribu PNS.
“Jadi tenaga kita saat ini baru separo dari kebutuhan,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Pengembangan SDM BKD dan PSDM Lombok Utara, Datu Arianata menyampaikan, bahwa Lombok Utara sendiri sudah mengajukan kebutuhan formasi kepada pusat melalui Pemprov sejak tahun lalu. Usulan awal berjumlah 478 kuota. Namun dari pusat melalui Kemenpan RB meminta jumlah itu direvisi dan disesuaikan dengan batas usia pensiun (BUP).
“Dua bulan lalu disampaikan finalisasi revisi tersebut dengan usulan hanya 314 formasi. Jadi jumlah itu kita sesuaikan dengan BUP yang ada di daerah juga,” cetusnya.
Dari jumlah usulan itu lanjut Datu Arianata, terdapat tenaga teknis 24 orang, tenaga pendidikan untuk guru TK 5 orang, guru kelas 49 orang, guru agama 18 orang, guru penjaskes 8 orang, guru mata pelajaran 28 orang, tenaga kesehatan 112 orang, tenaga infrastruktur 8 orang, dan jabatan pelaksana 12 orang.
Ia menjelaskan bahwa dalam proses pelaksanaan tes tentu membutuhkan proses yang lama karena ada beberapa tahapan yang perlu dilalui. Dimana jika telah keluar formasi pemerintah harus menyampaikan pengumuman kepada masyarakat, baik melalui media maupun secara manual. Di samping itu BKN pun harus mempersiapkan segala kebutuhan sarana dan menentukan titik lokasi tempat tes digelar.
“Nanti pendaftaran melalui online dengan aplikasi SSCN dan dalam proses tes menggunakan sistem CAT,” pungkasnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here