Beranda Wisata Pesona Pantai Pidana Bak Magnet Menarik Pengunjung

Pesona Pantai Pidana Bak Magnet Menarik Pengunjung

BERBAGI
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA RAMAI: Pantai Pidana Kecamatan Pringgabaya Lotim cukup ramai pengunjung.

Suguhkan Keindahan Alam, Sehari Tembus 150 Pengunjung

Pantai Pidana, objek wisata yang tak pernah sepi dari pengunjung. Pantai ini, banyak menyuguhkan keindahan alam yang bisa memanjakan pengunjung.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

PANTAI Pidana masuk dalam wilayah Dusun Menanga Baris, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur (Lotim). Bentangan pantai Pidana yang menjadi kawasan wisata ini tidak terlalu panjang seperti pantai Labuhan Haji. Panjangnya hanya sekitar 150 meter lebih. Dikatakan pantai Pidana, karena masuk dalam kawasan lahan milik Rumah Tahanan Kelas IIB Selong Lotim.
Untuk mencapai lokasi pantai yang belum lama populer ini, harus menempuh perjalanan hampir 45 menit dari Kota Selong. Sebelum mencapai pantai, para pengunjung pertama kali akan dibuat takjub dengan pohon purba atau pohon Lian. Pohon ini, tergolong cukup langka. Sehingga banyak dari kalangan pencinta alam memberikan perhatian seriusnya agar tidak punah.
Belum lama ini, terdapat tangan usil yang mencoret pohon menggunakan cat pilox. Sontak aksi tak terpuji itu menuai kecamatan dari beragam pihak. Bagaimana pun, pohon ini adalah pohon yang dilindungi pemerintah.
Jadi jika wisatawan lokal, domestik atau mancanegara berkunjung ke pantai ini, mereka tak akan pernah melewatkan momen mengambil foto, atau menjadikannya sebagai backround foto. Sembari melepas penat setelah menempuh perjalanan jauh. Kebersihan kawasan taman pohon Lian ini juga sangat terawat.
Di depan areal pohon purba itulah letak pantai Pidana. Pantai Pidana ini, bukan pantai yang sudah terkenal lama. Akan tetapi, pantai ini baru dikenal beberapa tahun saja. Pasir pantai ini bukan pasir putih, akan tetapi pasir hitam. Selain menyuguhkan tempat yang rindang dan ombak pantai yang bersahabat.
Para wisatawan juga bisa melihat langsung kapal ferry yang berlabuh di perairan Pelabuhan Kayangan, serta melihat lalu lalang kapal ferry yang mengangkut pemumpang dari dan menuju pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat. Keberadaan kapal penyebrangan ini, menambah nilai keberadaan pantai pidana.
Untuk bisa masuk pantai ini, para pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat dikenakan biaya masuk Rp 10 ribu dan roda dua Rp 5 ribu. Terdapat fasilitas seperti berugak, sebagai tempat beristirahat.
Setiap harinya, jumlah pengunjung yang datang ke pantai ini bisa tembus hingga 150 orang lebih. Kebanyakan pengunjung yang datang menggunakan kendaraan roda empat atau rombongan. “Kalau saya ke Sambelia, saya sering mampir beristirahat di bawah rindangnya pohon purba. Terkadang juga masuk kedalam kawasan pantai. Pantai ini selalu ramai pengunjung,” kata Marzuki, pengunjung asal Desa Anjani Kecamatan Suralaga, kemarin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here