Beranda Mataram Konjen Australia Maksimalkan Kerjasama di NTB

Konjen Australia Maksimalkan Kerjasama di NTB

BERBAGI

MATARAM– Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali, terus mengembangkan sayapnya dalam kerja sama antara pemerintah provinsi NTB dan Australia. Beberapa waktu lalu KonjenAustralia menyelenggarakan pertemuan dengan penerima Pendanaan Bantuan Langsung atau DAP untuk tahun 2017-2018.
Para penerima bantuan ini bekerja di seluruh Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) di bidang pengembangan masyarakat, pendidikan, kesetaraan gender, disabilitas, serta proyek yang melibatkan remaja dan pemberdayaan ekonomi.

DAP merupakan skema hibah kecil fleksibel yang tersedia bagi individu, kelompok masyarakat dan LSM lokal dan internasional. Kemudian badan pemerintah, lembaga akademik, atau organisasi nirlaba lainnya yang bekerja dalam kegiatan pembangunan di tingkat komunitas.
Konsul-Jenderal Dr Helena Studdert mengaku senang dengan keragaman proyek yang didanai di Bali dan NTB pada tahun 2017-2018. “Program Bantuan Langsung dijalankan oleh Konsulat-Jenderal Australia di Bali sejak tahun 2005 dan telah mendukung lebih dari 132 proyek dengan jumlah pendanaan lebih dari AU$ 890.000,” ujarnya, kemarin.
Di tahun finansial ini, Konsulat menerima 63 aplikasi dan AU$ 120.000 dana DAP dibagikan kepada 14 organisasi nirlaba di Bali dan tiga di Lombok. Proyek-proyek di Bali berkisar dari penyediaan sistem rekam medis untuk klinik kesehatan wanita di pasar tradisional, proyek air dan sanitasi, materi pendidikan bagi penyandang cacat, restorasi terumbu karang, pengembangan ruang seni dan pasar untuk start up seniman serta perancang lokal, hingga proyek pengelolaan limbah untuk masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Agung akhir tahun lalu.
Di Lombok tahun ini, DAP membantu pembangunan pusat pendidikan desa, perahu untuk proyek pendidikan kelautan dan penyediaan program ekstra kurikuler di panti asuhan serta sekolah komunitas lokal.

“Tujuan utama Program Bantuan Langsung adalah bekerja dengan masyarakat setempat di berbagai proyek yang mengurangi kemiskinan, dan mencapai pembangunan berkelanjutan yang konsisten dengan kepentingan nasional Australia,” jelas Studdert.
Aplikasi untuk putaran pendanaan program Bantuan Langsung tahun 2018-2019 akan dibuka pada awal Agustus 2018. “Kalaupun Individu, kelompok masyarakat, LSM dan organisasi nirlaba lainnya yang tertarik untuk mengajukan permohonan harus memantau situs web Konsulat www.bali.indonesia.embassy.gov.au,” pungkasnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here