Beranda Lombok Barat Terop Aspirasi Dewan Terancam Ditunda

Terop Aspirasi Dewan Terancam Ditunda

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Hj Ni Made Ambarwati

LOBAR—Program aspirasi dewan terkait pengadaan terop yang dititip di Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat (Lobar), terancam tidak dapat dieksekusi pada APBD Perubahan 2018 mendatang. Hal ini menyusul adanya penolakan dari sebagian kalangan dewan untuk tidak melakukan tender pengadaan proyek senilai Rp 1,7 miliar tersebut.
Padahal sebelumnya, proyek pengadaan barang itu sudah disetujui oleh kalangan dewan. “Nilai pengadaannya kan dia tas Rp 200 juta, bahkan Rp 1 miliar lebih, jadi harus ini ditender,” kata Kepala Dinsos Lobar, Hj Ni Made Ambarwati.
Bukan tanpa alasan Disos mengajukan pengadaan barang itu melalui tender. Sebab, pengadaan terop yang menjadi usulan dari sebagian dewan itu, harus dibeli dalam satu unit lengkap. Terlebih lagi pemesanannya tidak dapat dilakukan berbeda tempat, melainkan harus satu tempat.
Sehingga menurut mantan Dirut RSUD Tripat ini, seharusnya para kalangan dewan itu mengajukan program yang berbeda jika pengadaan terop itu tidak ingin ditender. “Tidak bisa mencar-mencar, karena barangnya sama. Coba ada yang minta barang lain, pasti bisa,” ujarnya.
Alasan lain tidak dapat ditender karena sebagian dewan yang memiliki usulan itu belum menyerahkan proposalnya. Padahal proposal itu menjadi syarat untuk dapat dieksekusi. “Ya kalau tidak mau ditender, kemudian proposal belum diserahkan, aspirasi tidak akan saya eskskusi,” tegas dokter gigi ini.
Sementara itu anggota DPRD Lobar Fraksi PKPI, H Ahmad Zaenuri menyampaikan, bahwa pengadaan terop itu harusnya ditender. Mengingat nilai pengadaan itu yang mencapai angka miliaran rupiah.
Jika ada oknum dewan yang justru menolak untuk ditender, dianggapnya hal itu tidak bisa. Lantaran sudah menjadi kesepakatan sejak awal. “Kalau memang sekarang ada yang minta tidak ditender, ini harus dibahas kembali dalam APBD perubahan. Dan harus mengikuti kesepakatan awal bahwa pengadaan terop ini harus ditender,” ujarnya.
Kendati demikian, ia tidak merasa keberatan jika nantinya pengadaan itu akan ditunda realisasinya pada APBDP. “Tidak masalah kalau ditunda realisasinya,” pungkasnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here