Beranda Pendidikan SDIT Insan Mulia Maju Pesat

SDIT Insan Mulia Maju Pesat

BERBAGI
Ist/RADAR MANDALIKA CINDERAMATA: Pjs Bupati Lobar HL Saswadi menerima buku dari Ketua Yayasan SDIT Insan Mulia Kediri, Hj Nurul Adha, saat acara wisuda di sekolah itu, kemarin.

LOBAR—Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Mulia Kediri, menggelar perayaan milad ke 5. Sekaligus mewisuda ratusan peserta didiknya, kemarin. Keberadaan sekolah non formal ini, khususnya dalam pendidikan agama sangat besar kontribusinya.
Ketua Yayasan SDIT Insan Mulia Kediri, Hj Nurul Adha menyampaikan, sejak dirintis lima tahun lalu hingga tahun ke tiga pindah ke gedung baru, cukup banyak kemajuan yang sudah ditunjukkan. Hal ini tidak lepas dari keberkahan Alquran yang menjadi pokok pembelajaran, sehingga diberikan keberkahan untuk sekolah non formal tersebut.
“Di usia tahun kelima dan akan menginjakkan tahun ke 6 ini, banyak kemajuan dari gedungnya, dan murid. Berkat kontribusi orang tua murid yang menyumbangkan dana untuk tanah, Alhamdulillah jadi seperti ini,” ungkapnya.
Diakuinya selain bantuan dari para orang tua siswa, pihaknya juga mendapat sedekah lahan satu are untuk musala. Kini di atas lahan seluas 27 are, sekolah akan menerima peserta didik baru sebanyak 122 orang. Tentunya hal itu akan berpengaruh pada kebutuhan kelas baru. “Kita sudah mengevaluasi kebutuhan anggaran untuk hal itu. Yang sudah dihabiskan Rp 909 juta lebih,” ujarnya.
Total ruang kelas yang ada di SDIT saat ini sebanyak 15 unit. Termasuk tambahan 8 unit kelas yang sedang dalam proses pembangunan. Kendati demikian, politisi PKS ini memastikan adanya penambahan murid baru tidak lantas menurunkan kualitas pendidikan di sekolah.
Sebab, pihaknya sudah menyusun konsep. Dimana untuk setiap satu kelas terdapat tiga guru yang mengajar. Terdiri dari guru kelas, wali kelas dan guru pembimbing Alquran. Sehingga bacaan dan hafalan Alquran para siswa bisa terus terkontrol. “Kita juga sudah melakukan pemetaan potensi guru melibatkan KPI. Para guru diupayakan mendapatkan nilai 100 pada tes. Kita juga punya guru baru 4 orang, meskipun masih muda namun penghapal Alquran,” jelasnya.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar HL Saswadi yang hadir dalam acara itu sangat mengapresiasi kemajuan dari sekolah non formal ini. Ia menilai, kemandirian sekolah itu terlihat dari infastruktur yang sangat memadai tanpa adanya support anggaran dari daerah.
“Dari sisi jumlah murid juga meningkat, saat ini mencapai 300 lebih peserta didik,” ungkapnya.
Menurutnya, sekolah non formal seperti SDIT dan pondok pesantren (Ponpes) sangat berkontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di Lobar. Mengingat saat ini Lobar tengah mengadapi persoalan rata-rata lama sekolah yang masih di bawah provinsi.
Ia menyakini dengan banyaknya sekolah seperti SDIT dan sekolah non formal lainnya, akan mampu mengejar rata-rata lama sekolah di Lobar. (cr-win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here