Beranda Praya Metro Rencanakan Budidaya Tanaman Apotik Hidup

Rencanakan Budidaya Tanaman Apotik Hidup

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA Masri Jono

JANAPRIA–Menumbuhkan potensi lokal dibidang pertanian akan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria tahun ini. Potensi itu berupa membudidaya tanaman obat-obatan yang akan dibudidaya di pekarangan yang bisa menjadi bagian dari pengembangan apotik hidup di masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Kades Loang Maka, Masri Jono kepada Radar Mandalika di ruang kerjanya Selasa, 26/03 kemarin. Kata dia, program pembudidayaan tanaman yang tergolong apotik hidup seperti, jahe, kunyit, temulawak, dan lainnya merupakan program baru yang dikemas dalam program pemberdayaan. Namun sebelum itu, Pemdes akan melatih warga mulai dari tata cara pembudidayaan atau pola tanamnya, penyaluran bibit, hingga pengolahan hasilnya dari masyarakat. Nantinya, dengan konsep pemberdayaan ekonomi desa, Pemdes juga akan menunjuk badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengelolanya untuk dikembangkan untuk unit usahanya. Selain itu, sebagai program pendukung warga juga akan dilatih cara pembuatan pupuk kompos sebagai sarana menunjang keterampilan warga untuk bisa menghasilkan pupuk sendiri di masyarakat. Tidak itu saja, harapannya, warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani bisa memproduksi pupuk kompos untuk kebutuhan pertanin secara umum. Dan juga, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi sumber usaha bagi mereka.

“Perwakilan warga dari 26 dusun akan diundang untuk kita latih mereka. Setelah itu kita kasih bibit juga biar pemberdayaan ini berlanjut,” kata Kades.

Agar terarah dengan program pemerintah daerah, tambahnya, perwakilan warga yang dilatih akan diambil dari perwakilan kelompok tani (Poktan). Dengan demikian, peserta yang akan dilatih selama empat hari ini nantinya berjumlah 52 orang dari semua dusun. Tidak hanya itu, lanjut Kades yang baru menjabat dua tahun ini, program pemberdayaan ini juga pihaknya akan gabungkan dengan pembudidayaan dan pengelolaan hasil tanaman komoditi unggulan Lombok Tengah saat ini yakni tanaman jambu kristal. Sehingga, dana yang bakal digelontorkan nantinya cukup besar, mencapai Rp 60 juta.

“Untuk totornya nanti bisa dari pihak dinas terkait maupun pihak lain,” pungkas pria yang juga mantan Kepala Dusun ini. (tar/r04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here