Beranda Pendidikan PPDB, Siswa Prasejahtera Diistimewakan

PPDB, Siswa Prasejahtera Diistimewakan

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA Kadian

LOTENG—Untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, ada beberapa hal yang berbeda. Salah satunya adanya pemberian kesempatan bagi siswa prasejahtera untuk bersekolah.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lombok Tengah, Kadian menuturkan, untuk tahun ini merupakan kesempatan emas untuk siswa prasejahtera. Dimana siswa yang tergolong prasejahtera bebas untuk bersekolah di manapun. Tidak hanya itu, kuota yang diberikan sebesar 25 persen. “Bahkan di sekolah favorit sekalipun. Bebas,” tegasnya.
Tidak hanya bebas memilih tempat sekolah, siswa juga akan diberikan keistimewaan lainnya. Yakni dibebaskan biaya pendidikan alias gratis. Asalkan memenuhi kriteria dengan persyaratan yang diberikan. “Kriterianya bisa dibuktikan dengan adanya keterangan kurang mampu,” ungkap pria yang juga Kepala SMAN 4 Praya ini.
Kalaupun siswa tidak memiliki keterangan kurang mampu, maka nantinya akan ada kebijakan dari kepala sekolah masing-masing. Dengan melakukan dengan verifikasi faktual. Untuk melihat kondisi ril dari calon siswa prasejahtera tersebut. “Ada tim dari sekolah yag akan verifikasi dulu,” ungkapnya.
Tidak hanya itu saja, siswa prasejahtera juga dijamin untuk bisa diterima di sekolah yang dituju. Mengingat siswa prasejahtera tidak ada sistem tes dan langsung diterima. “Jadi ini kesempatan emas untuk siswa prasejahtera,” tegasnya.
Selain itu, untuk tahun ini PPDB SMA/SMK sudah menggunakan sistem online. Sedangkan PPDB akan dimulai setelah lebaran. Sebelum diterapkan sistem online, terlebih dahulu akan ada pelatihan untuk operator sekolah. Sehingga mampu mengoperasikan dan menjalankan sistem nantinya. “Untuk semua operator SMA/SMK akan dilatih,” ungkapnya.
Sementara untuk siswa yang ada di pelosok yang terkendala jaringan internet, akan dibantu pihak sekolah. Sehingga tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Mengingat sistem yang diterapkan memberikan manfaat dan keuntungan. Seperti halnya pemerataan mutu pendidikan. “Sehingga tidak adaa sekolah favorit. Zonasi juga tidak mengganggu hak asasi,” pungkasnya. (bam/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here